Kamis, 27 Januari 2011

Racun Gas Hidrogen Sulfida


Hidrogen sulfida, H2S, gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen disebut aktivitas abaerobik, seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.
Nama lain hidrogen sulfida adalah sulfanasulfur hidridagas asam (sour gas)sulfurated hydrogenasam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas)Serikat Internasional Mengenai Kimia Murni dan terapan IUPAC menberima penamaan "hidrogen sulfida" dan "sulfana". Kata sulfana digunakan lebih eksklusif untuk penamaan campuran yang lebih kompleks.
Sekilas soal IUPAC atau International Union of Pure and Applied ChemistryOrganisasi ini diakui terutama berotorisasimengembangkan stan dard an penamaan penamaan unsure dan senyawa kimia. Melalui Komite Antardivisi untuk Tatanama dan Simbol (Interdivisional Committee on Nomenclature and Symbols). Organisasi ini juga sebagai anggota International Council for Science (ICSU).
Dari sudut pandang sifat kimianya, hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalen yang terkait dengan air (H2O). Kalau kita pernah belajar kimia maka kita tau bahwa oksigen dan hidrogen berada dalam golongan yang sama di sistem  (table) periodik.
Hidrogen sulfida adalah golongan asam lemah. Terpisah dalam larutan mengandung air (aqueous) menjadi muatan positi atau kation hidrogen H+ dan muatanb negative anion hidrosulfid HS:
H2S → HS + H+
Ka = 1.3×10−7 mol/L; pKa = 6.89.
Ion sulfid, S2−bisa dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam larutan larutan mengandung air (aqueous) atau oksida.
Itulah sekilas pelajaran kimia waktu kita di sekolah lanjutan. Dan menjadi dasar memahami kimia di tempat kerja. Pemahaman yang merupakan kompetensi setiap petugas AK3. Tidak ada kecuali karena menjadi keharusan. Keharusan untuk menjadi percaya diri dan bertindak profesional. Inilah nikmatnya menjalani profesi K3. Ilmunya sangat luas.  

Sifat dasar untuk menjelaskan dan mendefinisikan sifat suatu gas ada 8. Untuk sifat gas hidrogen sulfida antara lain.
1.       Warna (Color)
Gas tidak b erwarna. Gas ini Nampak pada kondisi tertentu seperti pecahnya pipa bertekanan tinggi yang beraliran gas ini dan awan gas ini bisa kelihatan. KArena sifatnya beracun maka kita tidak boleh menontonya bila terjadi keajadian.  
2.       Bau (odor)
Berbau t elur busuk. Akan segera hilang karena daya cium manusia beradaptasi
3.       Berat Jenis Uap (Vapor Density)
Lebih berat dari udara dan akan tetap berada di permukaan bawah.
4.       Titik Didik (Boiling Point)
Titik didihnya sekitar -60oC atau -76oF. Artinya gas ini tetap berwujud cairan atau gas. Kebanyakan wujudnya berbentuk gas.
5.       Batas Meledak (Explosive Limit)
Rentang eksplosifnya berkisar anatara 4.3% - 46% volume gas per volume udara (v/v). Gas ini tidak hanya sangat beracun tetapi juga eksplosif.
6.       Temperatur Penyalaan (Ifnition Temperature)
Temperatur yang rendah diperlukan untuk tetap bisa terbakar.
7.       Keterbakaran (Flammability)
Gas ini akan terbakar ketika bercampur dengan udara (oksigen). Warna apinya biru. Menghasilakan sulphur dioksida SO2 yang juga sangat beracun terhadap karyawan.
8.       Kelarutan (Solubility)
Gas ini akan larut atau bercampur dengan cairan seperti cairan pengeboran, air laut, dan produk-produk minyak. Gas ini tetap bercampur dengan cairan itu sampai diagitasi (diaduk), dan g as ini akan keluar ke atmosfir (lingkungan kerja).

Karakteristik gas hidrogen sulfida:
1.       FATAL – saat gas ini terhirup pada konsentrasi 500ppm atau terdeteksi di gas detector kita 
          Sekitar 0,5 %
2.       Lebih berat dari udara – tetap tinggal di tempat paling bawah.
3.       Tidak berwarna – tidak kelihatan.
4.       Terdispersi atau menyebar – dengan mudahnya oleh adanya tiupan angin atau blower atau 
           Udara mengalami pergerakan
5.       Terbakar – ketika ada panas yang memadai gas ini akan menyala dengan nyala berwarna biru.
6.       Berbau-Jumlah kecil saja sudah bisa tercium seperti bau busuk telur. Mesikupun konsentrasi rendah gas ini segera akan menyebabkan penciuman terganggu. Akhirnya penciuman kita tidak bisa merasakannya. Karena itu: JANGAN PERCAYA INDRA PENCIUMAN UNTUK MENDETEKSI ADA TIDAKNYA GAS INI!
7.       Korosi – gas ini segera mebuat korosi dengan cepatnya pada logam-logam tertentu. 
          .Menyebakan logam segera rusak (fatig)
8.       Terlarut – larut dalam air, hidrokarbon cair, dan cairan-cairan lain yang ditemui di industry gas  
          dan minyak Juga membeku atau tetap berada di dalam cairan tersebut sampai keluar jika 
          diaduk
9.       Mematikan – gas ini lebih meatikan ketimbang gas-gas lain yang kita kenal seperti karbon 
          monoksida, data mematikannya bisa 5-6 kali

Toksisitas Gas Hidrogen Sulfida:
(ppm)

Keterangan
0,13
Bau pada konsetrasi minimal sehingga bisa tercium *)
 *) Seandainya kita mengeluarkan “angin” yang sebagian besar mengandung hidrogen sulfida, bau itu tercium
     berarti konsentrasi angin yang kita keluarkan  itu sudah minimal 0,13ppm bahkan bisa lebih – tetapi tidak
     membuat kita puyeng atau berdampak egative.
4,60
Sangat mudah dideteksi dengan bau yang sedang
10
Thresold Limit Value (TLV)
Dimana diijinkan bekerja selama 8 jam paparan, maksimum 40 jam per minggu dalam 5 hari kerja (berturut-turut).
 Catatan:
Di atas 10ppm, Protective Breathing Apparatus  sudah WAJIB DIPAKAI.
15
Short Term Exposure Limit (STEL)
15 menit Time Weighed Average (TWA)
4 pemajanan atau exposure untuk 15 menit per hari dengan ketentuan 1 jam istirahat diantara paparan (4 kali jeda).
20
Occupational Exposure Limit (OEL) – Ceiling
Pada konsentrasi ini semua pekerja tidak boleh terpapar. Karena itu harus memakai Protective Breathing Apparatus.
100
Penciuman segera hilang dalam 2 – 15 menit.
Kemungkinan mata dan kerongkongan terbakar, sakit kepala, pusing dan mau muntah.
200
Penciuman dengan cepatnya hilang, mata dan kerongkongan terbakar
500
Hilang daya keseimbangan. Pernapasan segera mengalami gangguan dalam 2 – 15 menit.
SEGERA lakukan pertolongan dan pernapasan buatan.
700
Hilang kesadaran dan kemungkinan mati. Segera beri pertolongan dan pernapasan buatan.
1000
Hampir dengan sangat cepat menghilangkan kesadaran. Terjadi kesulitan bernapas atauasphyxiation disertai kematian kecuali kalau segera ditolong dan diberi bantuan pernapasan buatan.
2000
Secepatnya menghilangkan kesadaran, dengan cepat mengalami kegagalan pernapasan dan sistem kardiak (jantung) dan mengakibatkan kematian.
Catatan: Saat memberi perrtolongan atau bantuan pada orang yang terpapar dengan gas hydrogen sulfida agar jangan lupa memakai
                  Breathing Apparatus
 Orang safety apalagi sebagai Gas Inspector harus memahami knowledge ini. Pengetahuan ini tidak menjadi pengganti MSDS(material safety data sheet) atau lembar data keselamatan bahan yang diatur di dalam Permenaker 187/Men/1999 dan peraturan pemerintah PP 74/2001. Aturan ini mengatur pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (di tempat kerja).
Berikut ini ada 73 potensi terpapar gas hidrogen sulfida kepada pekerja:

No.


Potensi Terpapar Gas H2S

No.

Potensi Terpapar Gas H2S

No.

Potensi Terpapar Gas H2S
1
Animal fat & oil processor
26
Fishing and fish-processing workers
51
Pyrite burners
2
Animal manure removers
27
Fur dressers
52
Rayon makers
3
Artificial-flavour maker
28
Geothermal-power drilling and production workers
53
Refrigerant makers
4
Asphalt storage worker
29
Glue makers
54
Rubber and plastic processor
5
Barium carbonate makers
30
Gold-ore workers
55
Septic tank cleaners
6
Barium salt makers
31
Heavy metal precipitators
56
Sewage treatment plant workers
7
Blast furnace workers
32
Heavy-water manufacturer
57
Sewer workers
8
Brewer workers
33
Hydrochloric acid purifier
58
Sheep dippers
9
Bromide-brine workers
34
Hydrogen sulphide production and sales workers
59
Silk makers
10
Cable splicers
35
Landfill workers
60
Slaughterhouse workers
11
Caisson workers
36
Lead ore sulphidizers
61
Smelting workers
12
Carbon disulfide makers
37
Lead removers
62
Soap makers
13
Cellophane makers
38
Lithographers
63
Sugar beet and cane processors
14
Chemical laboratory workers, teachers, students
39
Lithopone makers
64
Sulphur spa orkers
15
Cistern cleaner
40
Livestock farmer
65
Sulphur products processors
16
Citrus root fumigators
41
Manhole and trench workers
66
Synthetic-fibre makers
17
Coal gasification workers
42
Metallurgists
67
Tank gougers
18
Coke oven workers
43
Miners
68
Tannery workers
19
Copper-ore sulphidizers
44
Natural gas production and processing workers
69
Textiles printers
20
Depilatory makers
45
Painter using polysulphide caulking  compounds
70
Thiophene makers
21
Dyemakers
46
Papermakers
71
Tunnel workers
22
Excavators
47
Petroleum production and refinery workers
72
Well diggers and cleaners
23
Felt makers
48
Phosphate purifiers
73
Wool pullers
24
Fermentation process workers
49
Photoengravers


25
Fertilizer makers
50
Pipeline maintenance workers



by Majid
Pemerhati dan Praktisi K3
Bekerja di Galangan Kapal di Tanjung Uncang
Tinggal di Batam
Batam, 24 Januari 2011

Copas dari K3_LH@yahoogroups.com



 
_

Tidak ada komentar :

Posting Komentar