![]() |
Kondisi rumah yang terbakar/ rothcpa.com |
Seringkali
jatuh korban jiwa dalam peristiwa kebakaran dikarenakan kurangnya pengetahuan
masyarakat mengenai bagaimana dan apa yang harus dilakukan apabila kita berada
didalam bangunan/ gedung yang terbakar. Biasanya dalam kondisi tersebut
orang-orang yang tidak terlatih dalam menghadapi kondisi kebakaran akan panik
dan cenderung bertindak gegabah, dimana hal ini sangat merugikan karena dapat
menyebabkan seseorang kehilangan nyawanya. Pendidikan tanggap darurat kebakaran
pada dasarnya dapat kita kenalkan sejak dini terhadap anak-anak kita misalkan
melalui permainan atau melalui pengarahan-pengarahan yang dapat kita berikan
kepada anak-anak , yang tentunya haruslah dikemas dalam bahasa yang ringan dan
mudah dimengerti oleh mereka.
Orang
tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan tanggap darurat kebakaran
terhadap anak-anak mereka dengan harapan apabila suatu saat dia berada dalam
kondisi darurat maka dia akan tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan
diri sendiri dan orang lain. Dalam bahasan kali ini saya mencoba untuk membahas
beberapa tips dalam mempersiapkan dan mengkomunikasikan tanggap darurat
kebakaran kepada keluarga kita dirumah.
Melalui
metode bermain kita bisa mempraktekan bagaimana kita harus berjalan dalam ruangan
yang penuh asap. Kita bisa menggunakan permainan “merangkak dibawah asap”, dalam
permainan ini kita bisa memanfaatkan selimut sebagai simulasi asap, dimana
anak-anak kita suruh untuk merangkak dibawah selimut dan barang siapa yang
merankaknya terlalu tinggi dan menyentuh selimut, maka dialah yang kena
hukuman. Dengan melakukan permainan ini bersama anak-anak, kita akan mengajarkan suatu
tingkah laku yang dikehendaki yaitu merangkak serendah mungkin bila ada asap
disekitar kita
Permainan merangkak dibawah asap |
Kita haruslah berbuat lebih banyak daripada
sekedar memberikan informasi pada anggota keluarga tentang tindakan yang harus
dilakukan jika pakaian mereka terbakar. Baik orang dewasa maupun anak-anak
perlu dididik secara efektif mengenai hal ini. Peragakan bahwa jika pakaian
mereka terbakar, mereka harus segera BERHENTI
bergerak, MENJATUHKAN DIRI ke
tanah (sambil menutup muka dengan kedua tangan ketika menjatuhkan diri), dan BERGULING-guling
sampai api terpadamkan. Tekankan bahwa jika pakaian seseorang terbakar, orang
yang melihatnya mungkin perlu membantu korban menjatuhkan diri dan
berguling-guling untuk memadamkan apinya. Jaket, permadani, selimut, atau
bahan-bahan kain yang tebal lain di dekatnya dapat dipakai untuk membantu
memadamkan pakaian yang terbakar. Segera setelah api padam, dinginkan daerah
itu dengan air (jika tersedia), dan jika memungkinkan, lepaskan
serpihan-serpihan pakaian terbakar yang tidak melekat pada kulit korban. Segera
panggil ahli medis untuk situasi darurat
.
Ajarkan pada anak-anak mengenai teknik berguling |
Pada umumnya
dalam peristiwa kebakaran asap akan memenuhi ruangan, karena sifat asap yang
lebih ringan dari pada udara, biasanya pada ketinggian ± 30 cm di atas lantai
adalah area yang bersih dari asap. Kita harus melatih keluarga dirumah mengenai
“Berguling
dari tempat tidur kelantai” apabila kita terbangun karena mencium bau
asap atau karena mendengar suara alarm kebakaran dan tetaplah merunduk didalam
ruangan karena gas berbahaya dan asap mungkin mengambang didalam ruangan
tersebut, lalu merangkaklah kearah
pintu keluar sebelum pintu dibuka sentuhlah
terlebih dahulu daun pintu tersebut jika pintu terasa hangat JANGAN GUNAKAN
PINTU ITU, carilah jalan keluar lain (pintu lain atau jendela). Ingat jangan
sekali-kali kembali kedalam rumah apabila sudah berhasil keluar dari rumah yang
terbakar.
Ajarkan
kepada anak-anak kita mengenai penggunaan telephone atau handphone dan
informasikan kepada mereka mengenai nomer-nomer penting yang harus dihubungi
bila terjadi kebakaran minimal mereka tau nomer dinas PMK atau POLISI.
Tempelkan stiker nomer-nomer darurat di tempat yang mudah dilihat anak-anak
misalkan meja telephone dan buatlah stiker tersebut semenarik mungkin agar lebih mudah menarik perhatian mereka
untuk membaca dan mengingatnya.
Ajaklah
anggota keluarga untuk berdiskusi dan ikut serta dalam proses pembuatan denah
evakuasi apabila terjadi kebakaran. Buatlah denah tersebut sesimpel mungkin dan
dapat dimengerti oleh setiap orang yang melihatnya. Tempelkan denah evakuasi
tersebut di daerah yang mudah dilihat misalkan ruang tamu dan ruang keluarga.
Ajarkan juga kepada anak-anak mengenai penggunaan APAR dan Fire blanket untuk
pemadaman api awal.
Mengajak seluruh anggota keluarga berdiskusi menggambar denah evakuasi |
Alangkah bijaknya
bila kita telah melengkapi rumah kita dengan sarana dan prasarana tanggap
darurat kebakaran yang tentunya akan sangat berguna sekali bila terjadi
kebakaran dirumah. berikut ini beberapa sarana yang dapat dilengkapi dalam
tanggap darurat kebakaran:
- Menyediakan dan ajarkan kepada mereka cara penggunaan APAR dan Fire blanket.
- Menyediakan 2 pintu keluar dalam setiap ruangan.
- Instalasi listrik yang baik, gunakan peralatan pengaman seperti MCB,Sekering, serta pengkabelan yang tertutup dan baik, jangan lupa untuk melakukan pengecekan instalasi secara rutin paling tidak 1 tahun sekali.
- Pastikan bahwa jendela-jendela dapat dibuka dengan mudah oleh siapapun untuk menunjukkan lokasinya kepada orang yang berada di luar, untuk memperoleh udara segar, atau untuk tujuan-tujuan penyelamatan diri sekunder seandainya terjadi peristiwa darurat kebakaran (tindakan yang pasti harus sudah ditentukan sebelumnya dalam kegiatan-kegiatan pelatihan).
- Latihlah anak-anak dengan benar jika mereka diharapkan untuk menggunakan tangga-tangga penyelamat kebakaran/tangga monyet (terutama pada rumah-rumah tinggal yang berlantai dua atau tiga).
- Sediakan peluit darurat di setiap kamar tidur dan Minta seluruh anggota keluarga untuk mewaspadai bahaya-bahaya yang mungkin terjadi jika mereka terbangun karena mencium asap (sebagai contoh, dengan meniup peluit yang tersedia di sisi setiap tempat tidur akan memberikan peringatan kepada orang lain sekaligus dapat digunakan sebagai signal posisi kita kepada petugas PMK).
- Tentukan tempat berkumpul untuk seluruh anggota keluarga di suatu tempat di luar rumah sehingga dapat diketahui apakah semua anggota keluarga telah selamat berada di luar rumah. Jangan sekali-kali masuk kembali ke dalam rumah setelah berhasil keluar.
- Lakukanlah permainan simulasi tanggap darurat kebakaran dalam rumah anda, karena bagi anak-anak hal ini sangat menyenangkan.
- Simpanlah bahan-bahan yang mudah terbakar (misalkan: cat,thiner,minyak dan bahan lainnya) jauh dari sumber api atau panas.
Sayang, di perkotaan kayaknya metode anda ini tak bisa diterapkan, mengingat halaman / teras di rumah2 perkotaan kebanyakan sudah tidak ada, atau dijadikan garasi...hehe
BalasHapus