Minggu, 05 Juni 2011

RESPIRATORY PROTECTION (alat pelindung pernafasan/ masker)

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan (Sumber Wikipedia)
Karena pentingnya sistem pernafasan bagi manusia, maka kita harus memelihara dan merawat sistem pernafasan kita secara baik dan benar. Terdapat banyak polutan udara yang dapat menggangu sistem pernafasan ini, terutama polutan-polutan udara yang dihasilkan oleh proses industri, pertambangan dan manufacturing. Penggunaan bahan baku, aktivitas, penghasil product yang berbahaya dalam suatu proses industri dapat meningkatkan resiko rusaknya sistem pernafasan kita, Adanya gas, debu, fume (uap logam), mist, uap yang ditimbulkan oleh suatu proses produksi yang ada di tempat kerja dapat membahayakan kesehatan para pekerja. Biasanya dampak terhadap kesehatan akan terasa setelah pekerja terpapar tersebut selama bertahun-tahun (efek kronis), sehingga rusaknya sistem pernafasan seseorang akan sulit terdeteksi, untuk itu perusahaan diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan perusahaan tersebut. Namun ada juga partikel udara yang dapat menyebabkan efek langsung (akut) contoh : Gas H2S yang dapat menyebabkan kematian, N2 yang dapat menyebabkan pingsan/ lemas dan gas-gas berbahaya lainnya.


Kerusakan Paru-Paru (lungs diseases)  biasanya disebabkan oleh masuk dan mengendapnya partikel-partikel kecil (ukuran milimikron) di dalam paru-paru seseorang, pengendapan partikel tersebut dapat menyebabkan ganguan/ kerusakan pada paru-paru. pada gambar berikut ini anda bisa melihat ukuran partikel yang terdapat di udara
Sebenarnya tubuh manusia sudah memiliki sistem pertahanan alami untuk menangkal partikel-partikel kecil yang ada di udara masuk kedalam paru-paru kita. Dengan adanya bulu hidung sebagai pertahanan terluar dari sistem pernafasan kita, Cilia dan mocus blanket (selimut lendir) maka secara alami sistem pernafasan akan menyaring udara yang masuk ke dalam paru-paru. Akan tetapi pertahanan alami tubuh kita mempunyai batasan minimum ukuran partikel yang dapat disaring olehnya. Bulu hidung mampu menyaring partikel > 10 microns, cilia mempunyai kemampuan menangkap partikel > 5 microns, tubuh kita akan reflek berbatuk apabila partikel sebesar > 5 microns masuk kedalam sistem pernafasan.
Nah keterbatasan kemampuan sistem pertahanan alami tubuh kita akan memungkinkan partikel-partikel yang lebih kecil masuk kedalam tubuh kita. Untuk itu kita membutuhkan alat pelindung pernafasan yang baik dan sesuai untuk mencegah masuknya partikel kecil kedalam tubuh kita.

Banyak alat tipe alat pelindung pernafasan yang berdar dipasaran anda bisa memilih disesuaikan dengan kebutuhan anda. Berikut 4 step dalam memilih alat pelindung pernafasan (masker respiratory protection)

  1. Ketahui potensi bahaya terhadap sistem pernafasan
  2. Ketahui konsentrasi kontaminant yang ada diperusahaan anda
  3. Pilihlah respirator protection yang tepat
  4. Traininglah karyawan anda dalam menggunakan respirator protection tersebut
Flowchart dalam memilih respirator protection

Apabila anda sudah memutuskan untuk memilih respirator protection yang sesuai dengan kebutuhan, anda tentunya anda harus melakukan training untuk penggunaan respirator tersebut secara benar, karena penggunaan respirator yang tidak benar akan sia-sia, perlu diketahui ada beberapa orang yang tidak akan bisa menggunakan respirator protection secara tepat, gambar berikut akan menjelaskan tipe-tipe orang VS respirator yang cocok :

Keterampilan penggunaan respirator yang benar harus di ajarkan kepada seluruh pekerja, agar semua pekerja mengerti cara penggunaan respirator yang benar. Penggunaan respirator yang benar ditandai dengan tidak adanya kebocoran pada celah-celah respirator saat kita menghirup atau menghembuskan udara (udara mutlak keluar dari lobang-lobang khusus yang telah disediakan).
Sudah ah capek ngetiknya....Cara menggunakan Respirator yang tepat akan dibahas khusus pada artikel selanjutnya...Keep Safety For Your Future

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar