Jumat, 10 Juni 2011

CARA PENGGUNAAN DAN PERAWATAN RESPIRATOR/ MASKER


          Pada posting sebelumnya tentang respiratory protection / masker, saya sudah membahas mengenai metode pemilihan respiratory protection yang tepat untuk area kerja anda. Pada bahasan kali ini saya akan coba sharing mengenai cara menggunakan respiratory protection dengan tepat, dan juga mengenai perawatan respiratory protection. Karena akan sangat percuma apabila pemakaian dan perawatannya tidak tepat, contaminant udara akan tetap masuk dan mencemari tubuh kita yang akan menyebabkan kerusakan pada system pernafasan. Ingat PAK (Penyakit Akibat Kerja) akan terasa setelah kita terpapar dalam periode yang lama (bertahun-tahun), untuk itu diperlukan konsistensi penggunaan masker oleh para pekerja.
Sebagai contoh saya akan menggunakan jenis disposable masker standard yang umum dipakai di industry, yaitu masker yang berbentuk seperti mangkok (contoh Produk 3M seri 8234).Berikut ini langkah-langkah penggunaan respiratory protection/masker dengan tepat:      
  1. Bila diperlukan renggangkan terlebih dahulu tali masker menggunakan kedua tangan anda dengan cara menarik/merenggangkan pelan tali masker setiap 2 cm (lihat gambar 1)
  2. Pegang masker dengan posisi seperti gambar 2, dengan nose clip berada di depan
  3. Letakkan masker menutupi hidung dan mulut anda, aturlah posisi masker serapat dan senyaman mungkin sesuai dengan kontur wajah anda (lihat gambar 3)
  4. Tariklah tali masker pertama (atas), lalu masukkan ke kepala anda dan posisikan tali masker di mahkota kepala anda, tali masker melingkar melalui atas telinga anda (lihat gambar 4).
  5. Tariklah tali masker kedua (bawah), lalu maskukkan ke kepala anda dan tempatkan tali masker di pertemuan antara kepala dan leher anda, tali masker melingkar melalui bawah telinga anda (gambar 5)
  6. Pastikan tali tidak terpelintir.
  7. Rapatkan dan bentuklah nose clip sesuai dengan bentuk tulang hidung anda, dengan cara menekan nose clip di kedua sisi secara bersamaan menggunakan kedua tangan anda (gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menekan nose clip), (lihat gambar 6)
  8. Peganglah talinya untuk melepaskan respirator/masker, upayakan tangan anda untuk tidak menyentuh respirator/masker yang anda pakai, karena kita tidak tahu contaminant apa yang menempel pada respirator anda.
           Penggunaan masker sesuai prosedur di atas belumlah cukup, untuk memastikan bahwa masker kita sudah terpakai dengan benar, maka kita harus melakukan cek kebocoran respiratory protection/masker setiap akan memasuki tempat kerja. Berikut cara melakukan cek kebocoran pada respiratory protection/masker :

Disposable respirator/masker
  1. Tutuplah respirator/ masker menggunakan kedua tangan anda.
  2. Hembuskan nafas (tekanan positif)
  3. Tarik nafas (tekanan negative)
  4. Rasakan apakah ada udara yang keluar dari sela-sela respirator/masker
  5. Jika ada kebocoran maka perbaiki posisi respirator atau ulangi pemakaiannya

Reusable respirator/masker
  1. Tutuplah filter/cartridge masker anda
  2. Hiruplah nafas (negative), rasakan apakah ada kebocoran dari sela-sela respirator/masker anda
  3. Tutuplah saluran pembuangan nafas pada masker anda
  4. Hembuskan nafas (positive), rasakan apakah ada kebocoran dari sela-sela respirator/masker anda
  5. Bila terjadi kebocoran maka kencangkan tali masker anda atau ulangi pemakaian masker

Umur respirator/masker
           Tidak ada satupun produsen respirator/masker yang memastikan masa pakai dari suatu respirator/masker, bahkan dengan penggunaan respirator/masker bertipe sama akan berbeda masa pakainya. Selama ini belum ditemukan teknologi yang bisa menjadi indicator jenuhnya/expired respirator. Untuk itu kita harus memahami hal-hal apa saja yang dapat mempengaruh masa pakai dari respirator dan apa saja tanda-tanda
respirator yang sudah jenuh dan Expired.

Adapun hal yang dapat mempengaruhi masa pakai respirator/masker adalah sebagai berikut:
  1. Tipe kontaminant yang ada
  2.  Besarnya konsentrasi kontaminant diudara
  3. Kelembapan udara
  4. Volume nafas pengguna

Tanda-tanda respirator memasuki masa jenuh/expired yaitu sebagai berikut:
Respirator untuk partikel (disposable respirator/masker)
  1. Bila menggunakan respirator/masker akan mengalami kesulitan bernafas.
  2. Secara fisik kondisi respirator/masker sudah rusak,sobek atau kotor
  3. Terasa pusing/sesak saat menggunakan respirator/masker
  4. Tercium bau bahan kimia ketika menggunakan respirator tersebut di kantor/ ruangan yang bebas bahan kimia
Apabila anda mengalami ketiga hal diatas maka dianjurkan bagi anda untuk segera keluar dari tempat kerja dan mengganti respirator/masker anda sebelum kembali bekerja.

Reusable Respirator untuk gas/uap bahan kimia dapat dikatakan jenuh apabila terdapat tanda-tanda seperti diatas atau anda dapat mencium bau bahan kimia ketika anda menggunakan respirator/masker tersebut (tembus), apabila anda mengalami hal tersebut maka segeralah keluar dari tempat kerja anda dan gantilah cartridge respirator/masker anda sebelum anda kembali bekerja.

           Harga respirator/masker memang mahal, alangkah bijaksananya apabila kita menghemat penggunaan respirator/masker namun tetap aman dan efektif dipakai. Untuk memperpanjang umur suatu respirator/masker maka diperlukan perawatan khusus terhadap respirator/masker anda, diantaranya adalah sebagai berikut :


Disposable respirator :
  1. Respirator ini tidak boleh dicuci dengan air.
  2. Tidak boleh disemprot dengan compressor
  3. Karena filter dari respirator/masker bersifat aktif (dapat mengikat kontaminant udara meski tidak dipakai), maka untuk penyimpanannya respirator harus ditaruh didalam plastic clip kedap udara.
  4. Dilarang menempatkan respirator/masker di tempat terbuka
Reusable respirator (dengan cartridge) :
  1. Lepaskan terlebih dahulu filter dan katub-katub yang ada di masker
  2. Cucilah menggunakan tisu yang dibasahi air atau dengan air yang mengalir, gunakan sabun yang ringan (sabun cuci tangan).
  3. Bila perlu gunakan sikat gigi untuk membersihkan kotoran yang menempel pada masker.
  4. Lalu keringkan (jangan di jemur di panas matahari, akan tetapi cukup di angin-anginkan di tempat sejuk)
  5. Cek bagian-bagian yang rusak (cartridge, tali masker, gasper, katub dll) dan gantilah bila diperlukan
  6.  Rangkai kembali respirator anda
  7. Simpanlah respirator di dalam plastic clip kedap udara, lalu masukkan kedalam loker/almari 
          Ok… sudah capek ngetiknya sebaiknya di akhiri saja dulu. “Pada dasarnya semua pengguna APD sudah baik namun belum tentu efektif/ maksimal terlindungi” Efektivitas penggunaan APD tergatung dari 3P :
  1.  PEMILIHAN : Harus sesuai dengan bahaya yang ada di tempat kerja anda, hal ini merupakan kewajiban dari management perusahaan untuk menyediakan APD yang sesuai dengan bahaya yang ada di perusahaan
  2. PEMAKAIAN: Sesuai dengan petunjuk pemakaian dari produsen, ini merupakan tanggung jawab dari Supervisor dan para pekerja untuk menjelaskan cara pemakaian APD yang benar dan pengawasan konsitensi pemakaian.
  3. PERAWATAN: Cara membersihkan menyimpan dan merawat, merupakan tanggung jawab pekerja untuk melakukan perawatan terhadap APD yang dia pakai



Nah semoga artikel ini dapat membantu rekan-rekan semua dalam pengendalian/mengontrol APD khususnya penggunaan respiratory protection/masker. Sumber Artikel ini dari materi seminar yang dilaksanakan oleh 3M.


Salam K3, Bekti


Senin, 06 Juni 2011

PENGGUNAAN SABUK PENGAMAN BAYI DAN ANAK

Ada tips menarik neh dari artikel yang dibuat oleh Bpk.Syamsul Arifin (HES Engineer Chevron Indonesia Company),…saya hanya mencoba untuk sharing tips saja karena penulis tidak punya mobil…He..he..he


“Penggunaan tempat duduk khusus bayi/ anak di mobil bisa menurunkan tingkat fatalitas hingga 71% bagi bayi yang berusia kurang dari 1 tahun, dan 54% bagi toddler (anak berusia 1-4 tahun) jika terjadi kecelakaan”

Di beberpa Negara maju  sudah terbit peraturan mengenai keselamatan berkendara bagi bayi dan anak-anak. Peraturan tersebut mengharuskan  anak-anak duduk dikursi belakang;  menetapkan batas umur, tinggi dan berat tertentu sebelum anak tersebut diperbolehkan menggunakan sabuk pengaman bawaan pabrik yang terpasang di mobil, sebelum mencapai batas tersebut si bayi/ anak harus menggunakan kursi khusus bayi/anak dengan pemasangan tertentu. Beberapa bahkan mengharuskan terpasangnya sabuk pengaman di bus sekolah

Pentingnya sabuk pengaman khusus bayi/anak
Tanpa tempat duduk dan sabuk pengaman khusus, jika mobil melakukan rem mendadak bayi/anak dapat meluncur dari tempat duduknya, tidak terjaga oleh sabuk pengaman bawaan mobil yang didesain untuk orang dewasa. Sabuk pengaman yang ada dimobil bahkan dapat menimbulkan cidera yang lebih parah dengan mencekik leher anak-anak, karena pemakaiannya belum pas di tengah dada mereka. Untuk itu diperlukan tambahan tempat duduk khusus untuk mereka


Cara pemilihan dan pemasangan yang benar

Secara umum panduan dasarnya yaitu:
  1. Pilih tempat duduk yang pas dengan umur, berat badan dan tinggi anak
  2. Semua anak yang berusia kurang dari 13 tahun, duduk dikursi belakang, karena hentakan kantung udara dapat menimbulkan cidera pada bayi/anak.
  3. Baca panduan pabrik untuk mengetahui cara pemasangan dan persyaratan tempat duduk bayi/anak-anak , juga mempergunakan sabuk pengaman/latch system.
Panduan khusus
  1. Bayi berumur 0-12 bulan, Harus duduk di tempat duduk khusus yang menghadap ke belakang, untuk menghindari terjadinya cidera tulang belakang jika terjadi hentakan
  2. Umur 1-3 tahun, usahakan anak duduk menghadap kebelakang, karena ini adalah posisi yang paling aman. Jika tinggi dan berat anak sudah mencapai batasan yang ditetapkan oleh buku panduan mobil anda, barulah ubah menghadap ke depan dengan memakai harness di tempat duduknya, untuk membatasi gerakan maju jika terjadi hentakan
  3. Umur 4-7 tahun, Jika tinggi dan berat anak sudah mencukupi persyaratan di panduan mobil, pergunakan tempat duduk tambahan (booster), namun tetap dikursi belakang, booster diperlukan agar anak mencapai ketinggian yang cukup agar sabuk pengaman bawaan mobil pas dibadanya.
  4. Umur 8-12 tahun,  jika anak telah cukup besar untuk memakai sabuk pengaman dengan pas barulah dia boleh memakainya tanpa dudukan tambahan, tali yang melitang diatas paha haruslah tepat pada tempatnya bukan melintang di atas perut. Tali yang melintang di bahu dan dada tidak boleh melintas di leher atau wajahnya.


Meskipun undang-undang No 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan di Indonesia belum mencangkup detail teknis seperti ini. Namun tidak ada salahnya kita menerapkan  prosedur aman berkendara bayi/anak seperti yang dijelaskan diatas, demi menjaga keselamatan bayi dan anak yang masih rentan dan keutuhan keluarga kita.


Minggu, 05 Juni 2011

RESPIRATORY PROTECTION (alat pelindung pernafasan/ masker)

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan (Sumber Wikipedia)
Karena pentingnya sistem pernafasan bagi manusia, maka kita harus memelihara dan merawat sistem pernafasan kita secara baik dan benar. Terdapat banyak polutan udara yang dapat menggangu sistem pernafasan ini, terutama polutan-polutan udara yang dihasilkan oleh proses industri, pertambangan dan manufacturing. Penggunaan bahan baku, aktivitas, penghasil product yang berbahaya dalam suatu proses industri dapat meningkatkan resiko rusaknya sistem pernafasan kita, Adanya gas, debu, fume (uap logam), mist, uap yang ditimbulkan oleh suatu proses produksi yang ada di tempat kerja dapat membahayakan kesehatan para pekerja. Biasanya dampak terhadap kesehatan akan terasa setelah pekerja terpapar tersebut selama bertahun-tahun (efek kronis), sehingga rusaknya sistem pernafasan seseorang akan sulit terdeteksi, untuk itu perusahaan diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan perusahaan tersebut. Namun ada juga partikel udara yang dapat menyebabkan efek langsung (akut) contoh : Gas H2S yang dapat menyebabkan kematian, N2 yang dapat menyebabkan pingsan/ lemas dan gas-gas berbahaya lainnya.


Kerusakan Paru-Paru (lungs diseases)  biasanya disebabkan oleh masuk dan mengendapnya partikel-partikel kecil (ukuran milimikron) di dalam paru-paru seseorang, pengendapan partikel tersebut dapat menyebabkan ganguan/ kerusakan pada paru-paru. pada gambar berikut ini anda bisa melihat ukuran partikel yang terdapat di udara
Sebenarnya tubuh manusia sudah memiliki sistem pertahanan alami untuk menangkal partikel-partikel kecil yang ada di udara masuk kedalam paru-paru kita. Dengan adanya bulu hidung sebagai pertahanan terluar dari sistem pernafasan kita, Cilia dan mocus blanket (selimut lendir) maka secara alami sistem pernafasan akan menyaring udara yang masuk ke dalam paru-paru. Akan tetapi pertahanan alami tubuh kita mempunyai batasan minimum ukuran partikel yang dapat disaring olehnya. Bulu hidung mampu menyaring partikel > 10 microns, cilia mempunyai kemampuan menangkap partikel > 5 microns, tubuh kita akan reflek berbatuk apabila partikel sebesar > 5 microns masuk kedalam sistem pernafasan.
Nah keterbatasan kemampuan sistem pertahanan alami tubuh kita akan memungkinkan partikel-partikel yang lebih kecil masuk kedalam tubuh kita. Untuk itu kita membutuhkan alat pelindung pernafasan yang baik dan sesuai untuk mencegah masuknya partikel kecil kedalam tubuh kita.

Banyak alat tipe alat pelindung pernafasan yang berdar dipasaran anda bisa memilih disesuaikan dengan kebutuhan anda. Berikut 4 step dalam memilih alat pelindung pernafasan (masker respiratory protection)

  1. Ketahui potensi bahaya terhadap sistem pernafasan
  2. Ketahui konsentrasi kontaminant yang ada diperusahaan anda
  3. Pilihlah respirator protection yang tepat
  4. Traininglah karyawan anda dalam menggunakan respirator protection tersebut
Flowchart dalam memilih respirator protection

Apabila anda sudah memutuskan untuk memilih respirator protection yang sesuai dengan kebutuhan, anda tentunya anda harus melakukan training untuk penggunaan respirator tersebut secara benar, karena penggunaan respirator yang tidak benar akan sia-sia, perlu diketahui ada beberapa orang yang tidak akan bisa menggunakan respirator protection secara tepat, gambar berikut akan menjelaskan tipe-tipe orang VS respirator yang cocok :

Keterampilan penggunaan respirator yang benar harus di ajarkan kepada seluruh pekerja, agar semua pekerja mengerti cara penggunaan respirator yang benar. Penggunaan respirator yang benar ditandai dengan tidak adanya kebocoran pada celah-celah respirator saat kita menghirup atau menghembuskan udara (udara mutlak keluar dari lobang-lobang khusus yang telah disediakan).
Sudah ah capek ngetiknya....Cara menggunakan Respirator yang tepat akan dibahas khusus pada artikel selanjutnya...Keep Safety For Your Future

Jumat, 03 Juni 2011

Safety Riding (Roda Dua)

Safety riding sekarang sedang gencar-gencarnya di kampanyekan, baik safety riding dalam kehidupan sehari-hari ataupun safety riding yang deterapkan di tempat kerja. Karena tingkat kematian karena kecelakaan lalulintas yang tinggi, di Indonesia Kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh nomer 3 (wau serem sekali ya)....

OK Apakah Safety Riding Itu..?...Terdapat 3 istilah dalam konsep Keselamatan berkendara, yaitu:
  1. Konsep Safety Riding : Konsep yang menekankan kepada, mulai dari perlengkapan keamaan sampai persiapan terhadap kendaraannya.
  2. Difensive Riding : Konsep bagaimana kita mempertahankan keamanan dan keselamatan kita saat berkendara.
  3. Smart Riding : Konsep ini lebih menekankan pada kemampuan analisa bahaya, kemampuan membaca situasi kendaraan, dan mampu menerjemahkan aturan-aturan yang berlaku dijalan raya. 
PERSIAPAN
Sebelum kita mengendarai sepeda motor tentunya akan ada persiapan yang harus dilakukan oleh para rider, ada 2 hal yang harus dipersiapkan oleh para rider yaitu :
  1. Persiapan pengendara (rider) : Persiapan pengendara ini menekankan terhadap persiapan fisik dan psikologis dari rider, karena dalam mengendarai sepeda motor membutuhkan keseimbangan, kenyamanan dan konsentrasi.
  2. Persiapan Kendaraan (motor): Persiapan motor ini lebih menekankan terhadap kesiapan motor kita untuk melakukan perjalan, meliputi kondisi motor dan kelengkapan keselamatan yang ada dimotor.
Konsentrasi adalah hal yang mutlak dilakukan saat anda berkendara, jangan sampai ada hal lain yang mempengaruhi pikiran anda saat berkendara karena dapat hal ini dapat berakibat pada kecelakaan yang fatal. Adapun hal- hal yang dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi seseorang yaitu : Kelelahan: yang sering ditandai dengan rasa kantuk, mulut kering dan persendian yang teras Kaku, Pengaruh Obat-obatan dan Alkohol: obat-obatan dan alkoloh dapat mengurangi kemapuan kita dalam mengamati, menilai dan mengambil keputusan, Kondisi Psikologis: masalah dirumah, tugas yang menumpuk dikantor dapat menyebabkan kita cenderung untuk melamun.
Motor merupakan element penting saat anda berkendara, oleh karena itu alangkah baiknya anda pastikan kondisi motor anda benar benar siap untuk melakukan perjalan (terutama perjalanan jauh) lakukan service rutin terhadap kendaraan anda dan lakukan hal singkat berikut setiap anda akan berkendara :
  1. Cobalah Instrument lampu anda (lampu utama, sign, lampu rem, lampu belakan)
  2. Cobalah dan pastikan rem anda berfungsi dengan baik
  3. Periksa Tekanan ban
  4. Fungsi dari kopling
  5. Atur kesesuainan kaca sepion anda
  6. Cobalah klakson anda dan pastikan berfungsi dengan baik
  7. Dengarkan suara mesin anda pastikan normal dan baik.
PERLENGKAPAN
Perlengkapan minimal  yang sebaiknya anda pakai saat berkendara yaitu Helm Standard, helm ini merupakan piranti wajib berkendara, kemanapun anda berkendara, jauh ataupun dekat, ada POLISI ataupun tidak, anda harus tetap selalu menggunakan Helm standard. Karena Helm merupakan pengaman kepala apabila terjadi kecelakaan  sehingga dapat mencegah terjadinya cidera yang serius pada kepala (Ingat didalam kepala terdapat organ yang sangat penting yaitu Otak)
Perlengkapan standard, dengan menggunakan perlengkapan standard berkendara akan mengurangi resiko cidera parah pada seluruh bagian tubuh kita. Adapun perlengkapan yang direkomendasikan saat kita berkendara adalah : Helm standard, Jacket, sarung tangan, sepatu, pelindung dada, pelindung lutut dan Jas hujan (bila berkendara dalam hujan)

POSISI BERKENDARA
Gambar berikut akan menjelaskan posisi yang benar saat anda mengendarai sepeda motor

PELANGGARAN
Berikut merupakan macam-macam pelanggaran berdasarkan jenisnya :
  1. Pelanggaran tanpa sadar : Pelanggaran yang dilakukan karena merupakan kebiasaan atau tidak tau kalau hal itu merupakan pelanggaran contohnya : berhenti di depan Zebra cross saat di lampu merah, Tujuan lurus karena asik selap-selip sehingga berhenti disebelah kiri sehingga menimbulkan kemacetan di lampu merah, kebiasaan berteduh dibawah jalan layang disaat hujan.
  2. Bukan pelanggaran tapi berbahaya contohnya : membawa beban berlebihan, membonceng anak kecil di depan dan modifikasi berlebihan pada motor harian
  3. Pola pikir : Tingkat kedewasaan, egoisme dan tingkat pengetahuan akan mempengaruhi attitude seseorang dalam berkendara, misalnya pola pikir masyarakat tentang "Sepeda motor selalu menang" akan mengurangi tingkat kewaspadaan dalam berkendara, Mudah terpancing adu kebut, dan dalam suatu konvoi kita cenderung mengintimidasi pengendara lain
  4. Pelanggaran hukum : banyak sekali contoh pelanggaran hukum dalam lalulintas misalnya pelanggaran rambu-rambu, pelangaran terhadap lampu merah dan pelanggaran lainnya
JARAK AMAN BERKENDARA
Banyak faktor penyebab kecelakaan lalu lintas itu terjadi. Bisa karena jarak antar kendaraan terlalu dekat, rem blong atau tidak pakem, maupun kekurang hati-hatian dan ketidakwaspadaan pengendara. Dari semua itu, menjaga jarak antar kendaraan sangat penting. Sebab, dengan menjaga jarak antara kendaraan di depan dan belakang, maka risiko terjadi kecelakaan, semaksimal mungkin bisa dihindarkan. Jarak aman adalah jarak yang harus diambil oleh pengendara yang berada di belakang terhadap kendaraan yang ada di depannya. Minimal jarak aman adalah 2 detik. Sehingga pengendara masih dapat melakukan antisipasi bila terjadi suatu hal yang sifatnya mendadak, tanpa membahayakan pengguna jalan yang lain.
Pentingnya menjaga jarak aman :
  1. Dari mata kita melihat objek, kemudian otak memerintahkan untuk melakukan sesuatu
    memerlukan waktu hampir 1 detik.
  2. Kita melakukan sesuatu, contohnya menginjak pedal rem, dan mekanisme remnya
    bekerja memerlukan waktu hampir 0,5 detik dibulatkan menjadi 1 detik
  3. Pengereman itu sendiri membutuhkan jarak sesuai dengan kecepatan kendaraan kita.
  4. Jika jarak kita kurang dari 2 detik akan memperbesar risiko kecelakaan
Cara menentukan jarak aman
Cara mengukurnya adalah ketika motor di depan kita melewati objek statis seperti pohon,
kendaraan berhenti, tiang listrik, dan benda lainnya yang tidak bergerak maka kita mulai
menghitung sampai kendaraan yang kita kendarai melewati/sejajar dengan obyek
tersebut

JALUR AMAN
berikut merupakan gambar-gambar dan penjelasan mengenai posisi terbaik kita saat berada dijalan raya
Dijalan lurus
Dengan Kecepatan Sedang, Sebaiknya kita berada dekat dengan markah jalan sebelah kanan, Keuntungannya adalah:
1. Kesempatan lebih besar untuk melihat kejutan
2. Memberikan waktu lebih banyak untuk menghindari  kejutan
"Jika di depan ada tanjakan/jalan menikung segeralah menepi kesebelah kiri"







Dipersimpangan
Hindari berjalan lulus secara cepat disetiap persimpangan (max 60 Km/jam)
Ambilah jalur terluar untuk setiap persimpangan yang ditemui seperti digambar. Hal tersebut akan memberikan kita lebih banyak kesempatan untuk menghindari kendaraan yang tiba-tiba muncul dari persimpangan













Tikungan ke kanan
Posisikan motor berada disisi kiri jalan semakin dekat dengan sisi kiri jalan maka akan semakin lebar jarak dan arah pandang mata










TRIANGLE OF DEATH (segitiga kematian)
Sering kali kecelakaan terjadi pada pertigaan terjadi karena adanya faktor blind spot serta manuver yang berbahaya bagi pengendara itu sendiri atau pun dengan pengendara atau pengendaraan lain. Seperti contoh di bawah ini.
Berkendaralah diluar jalur segitiga yang seperti
gambar, Berkendara diluar jalur segitiga merah ini berarti meningkatkan kesempatan anda untuk mengambil tindakan cepat apabila ada keadaan darurat.
Berkendara di jalur segitiga ini adalah sangat berbahaya
karena mengurangi jarak pandang mata dan reaksi anda untuk
mengelak dari kecelakaan apabila terjadi sesutu yang tidak di ingikan






Menyusul kendaraan dipersimpangan
Posisi Menyusul pada persimpangan bisa mematikan. Pengendara mobil akan lebih memperhatikan apa yang datang dari arah sebelah kanan dan akan langsung melakukan belokan ke kiri tepat pada jalur motor Anda.
Ingat, karena halangan yang ada seperti pada gambar ini, pengendara motor sama sekali tidak nampak oleh pengendara mobil yang akan keluar dari persimpangan. Satu hal yang harus dilakukan untuk menghindari kecelakaan adalah, biasakan melihat ke depan.







Menyusul kendaraan lain ditungan S 
Digambar ini dapat lihat kesempatan untuk menyalip kendaran di depan. Jarak pandang mata (Garis biru terputus-putus) memberikan pandang an bahwa tidak ada halangan di depan jalan, sehingga kita dapat melihat tidak ada kendaraan di depan kita. Kita tidak mengantisipasi bila kendaraan yang lebih pelan merintangi kesempatan. Kita hanya mungkin melihat dengan baik dan dapat memperhitungkan situasi secepat mungkin ketika memasuki tikungan pertama.













Mengikuti kendaraan di tikungan
Memposisikan kendaraan terlalu dekat dengan kendaraan di depan akan mengakibatkan arak pandang mata terbatas.
Offside Overtaking bisa dilakukan, namun Anda tidak akan pernah berada pada posisi dimana Anda bisa meyakini bahwa jalan di depan ada setelah tikungan benar-benar kosong dan anda akan melanggar "2 Second Rule". Posisi yang benar dari jarak pandang disini kita dapat melihat dengan jelas bahwa
Offside Overtaking bisa dilakukan, namun di depan truk ada kendaraan lain yang kemudian akan menghalangi jalur Anda. Jadi Offside Overtaking harus dilakukan secara tepat dan cepat.




KESALAHAN BIKER
Kesalahan biker pada umumnya terjadi saat akan menyeberang, baik menyeberang menuju jalan raya ataupun keluar dari jalan raya. Berikut ini ada beberapa gambar mengenai kesalahan biker (lebih mudah melihat gambar daripada dijelaskan satu-persatu)


Penjelasan gambar :


1.1. Pengemudi mobil C, akan konsentrasi terhadap Mobil E dan D
2.2. Mobil C bisa menjepit motor , karena motor A berada di posisi blint spot sepion mobil C
3.3. Motor B posisinya Benar






Saat menyeberang secara bersamaan, jangan langsung memotong kendaraan di depan anda, karena bisa berakibat fatal, anda bisa tertabrak oleh kendaraan














Tindakan yang benar saat menyeberang bersamaan dengan kendaraan lainnya.
















Tindakan yang tidak benar saat nyeberang di pertigaan jalan




















Tindakan yang benar saat menyeberang di pertigaan jalan




















Jangan langsung memotong jalur saat anda mendahului kendaraan lain, terutama jika mendahului di tikungan tajam
















Tindakan yang benar saat anda mendahului kendaraan di tikungan tajam

















 Jangan berusaha mendahului saat anda berbalik arah bersamaan kendaraan dengan kendaraan lain





















MELEWATI KONDISI JALAN YANG BERBAHAYA
Ada beberapa kondisi jalan yang harus anda waspadai saat melewatinya, karena dapat menyebabkan kecelakaan, adapun kondisi jalan yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut :

  1. Jalan dengan genangan air,  Saat melewati genangan air, usahakan mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas sekitar memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam
    apa genangan air tersebut.
  2. Jalan berpasir, berlumpur atau banyak daun kering, Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.
  3. Polisi Tidur, Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak
    lurus.
  4. Jalan bergelombang dan berbatu,Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.
  5. Melewati lempengan/batangan baja, Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja, contoh perlintasan kereta api/rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.
  6. Tumpahan Oli, Tumpahan oli di jalan bisa menghilangkan traksi ban dan membuat
    kemudi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, jangan sampai melewati
    dengan kondisi miring atau berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan
    mengurangi kecepatan.

BERBONCENGAN
Berikut point-point penting yang harus diperhatikan dalam berboncengan
Persiapan pengendara :

  • Penumpang harus dianggap sebagai pengendara aktif kedua sehingga mereka
    dapat membantu mengingatkan apakah keselamatan dan prosedur pengoperasian
    telah diikuti dengan baik.
  • Penumpang akan mempengaruhi karakteristik pengendalian motor sebagai akibat
    dari beban tambahan dan adanya pergerakan tambahan.
  • Efek pengereman mungkin akan terpengaruh. Mengeremlah lebih awal, mungkin
    diperlukan pengereman lebih dalam untuk menghentikan kendaraan
  • Beban di roda belakang membantu menaikkan efektivitas dan tenaga pengereman
    dari rem belakang, terutama dalam kondisi yang mengharuskan berhenti
    mendadak.
  • Berikan perhatian lebih ketika di tikungan karena beban yang bertambah.
  • Mendahului dalam keadaan berboncengan membutuhkan ruang dan waktu yang
    lebih besar.
  • Efek hembusan angin, terutama angin dari samping akan lebih terasa
Pertimbangan mengenai keselamatan secara umum
  • Anda harus cukup berpengalaman dalam berkendara dan punya perilaku yang
    mengacu kepada keselamatan berkendara sebelum mengemban tugas ekstra
    dengan membawa penumpang.
  • Praktekkan kontrol kopling/gas dalam kecepatan rendah seperti dalam situasi
    normal dan ketika harus berhenti secara mendadak dalam area yang aman seperti
    tempat parkir terbuka dengan penumpang.
  • Ekstra waspada ketika menikung. Kembangkan keahlian menikung setiap waktu
    agar Anda dapat memastikan bahwa penumpang merasa nyaman dan aman.
  • Ekstra waspada ketika menikung karena ground clearance telah berubah.
  • Berikan waktu penumpang untuk menyesuaikan diri terhadap kecepatan serta
    posisi condongnya badan; kecepatan harus cukup aman konservatif sampai
    penumpang terbiasa dengan teknik berkendara yang dilakukan.
  • Yakinkan penumpang mengikuti prosedur keselamatan:
    -Menggunakan pakaian keselamatan secara lengkap dan baik.
    -Berpegangan pada pinggang atau pegangan penumpang yang disediakan.
    -Posisikan kaki pada pijakan, bahkan ketika kendaraan berhenti.
    -Jauhkan tangan dan kaki dari bagian yang panas atau bergerak.
    -Ketika menikung, lihat kedepan melalui pundak pengendara ke arah tikungan.
    -Hindari gerakan memutar atau gerakan tiba-tiba yang bisa mempengaruhi
    pengendalian.
    -Ketika melalui rintangan, berdiri dengan posisi lutut ditekuk dan biarkan kaki
    untuk meredam efek guncangan yang terjadi.
  • Persiapkan waktu lebih ketika mendahului kendaraan lain.
  • Bersiaplah untuk efek angin yang timbul
  • Persiapkan terhadap kemungkinan benturan helm dari belakang ketika berhenti
    mendadak.
  • Naikkan penumpang setelah motor diturunkan dari standar, dan motor telah
    terpegang kokoh.
OK, sekian dulu capek juga ngetik segini banyak, tips ini saya rangkum dari materi Safety riding yang ada di perusahaan tempat saya bekerja, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca sekalian....