Rabu, 24 Januari 2024

KONVERSI ENERGY KE SETARA TON MINYAK (TOE)

Bulan Juni 2023 yang lalu pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah nomer 23 tahun 2023 yang selanjutnya kita singkat PP No 23 tahun 2023 tentang konservasi energy. Kali ini kita langsung pada pointnya saja…yaitu langsung pada pasal 32 ayat 1, 2 dan 3, pada pasal tersebut menjelaskan tentang kriteria industri yang wajib menjalankan konservasi energy melalui manajement energy...pengertian konservasi energy dan manajement energy baca sendiri ya di PP tersebut…😁.

Singkat kata Pada pasal 32 menyebutkan, Industri yang mengunakan energy ≥ 4000 setara ton minyak (TOE)/ Tahun wajib melaksanakan kegiatan konservasi energy melalui manajememen energy. Sedangkan industri yang menggunakan energy <4000 TOE/ Tahun dapat melaksanakan konservasi energy melalui manajement energy alias tidak wajib.

Nah disinilah timbul masalah, untuk memutuskan kita wajib melaksanakan konservasi energy atau tidak, kita harus melakukan konversi energy yang kita pakai dalam satu tahun ke satuan TOE/ Tahun. Dari permasalah tersebut kami mencari reverensi dari berbagai sumber agar dapat melakukan perhitungan TOE tahunan. Sayang rasanya kalau hasil pencarian tidak kita share ke pembaca yang budiman,… barang kali ada yang membutuhkan rumus perhitungan ini.πŸ˜‰

Berikut langkah-langkah menghitungnya

  1. Kumpulkan data penggunaan energy selama satu tahun, (sumber data paling akurat dan sah sebagai bukti audit adalah dari bukti pembayaran tagihan). Data yang diperlukan yaitu konsumsi energy dari listrik dan bahan bakar gas ataupun minyak
  2. Kumpulkan data energy-energy yang di import (yang anda beli dari vendor external) misalkan steam atau udara bertekanan, dalam hal ini anda wajib melakukan koordinasi dengan penyedia layanan mengenai berapa konsumsi bahan bakar untuk menghasilkan produk mereka, misal untuk menghasilkan 100 m3 uap dibutuhkan 1 m3 gas
  3. Apabila data-data di atas sudah terkumpul anda hanya perlu dilakukan penghitungan, dengan koefisien sebagai berikut.
Koefisien konversi energi ke TOE / enerteam.org

Kita berikan Contoh perhitungan:
Konsumsi energy pabrik A dalam satu tahun adalah sebagai berikut
Listrik : 1.625.060 kWh
Gas : 458.775 m3
Bensin :  32.986 lt

Berdasarkan gambar diatas diperoleh acuan sebagai berikut
Listrik 1000 Kwh = 0,1543 TOE
Gas alam 1000 m3 =0,9 TOE
Bensin 1000 lt = 0,83 TOE

Perhitungan konversinya adalah sebagai berikut
Listrik : 1.625.060 kWh = (1.625.060/1000) X 0,1543 = 250,74 TOE
Gas : 458.775 m3 = (458.775/1000)X0,9 = 412,89 TOE
Bensin :  32.986 lt = (32.986/1000)X0,83 = 27,37 TOE
Total energy pabrik A setara dengan = 691 TOE/Year (ton minyak/ Tahun)

Jadi dari contoh perhitungan tersebut pabrik A tidak wajib melakukan kegiatan konservasi energy karena energy yang di konsumsi < 4000 TOE/ Year, mungkin itu yang bisa kita sharing. kalau ada metode perhitungan yang lebih akurat dan sudah teruji boleh kita dishare laaah, karena penulis hanya mencari reverensi dari internet, bisa saja ini salah😊

“Salam Lestari Untuk Anda dan Keluarga Anda di Rumah”

Jumat, 24 November 2023

AKSI TANAM POHON BERKONSEP "SOCIAL FORESTRY"

Tahun ini adalah tahun dengan kemarau panjang, mungkin di daerah lain di Indonesia sudah mulai hujan namun sampai tulisan ini di buat (11/23/2023) di daerah Ngoro, Mojokerto belum memasuki musim hujan, suhu harian di Mojokerto antara 35oC - 36oC. Hal ini merupakan efek nyata dari pemasan global, NASA mencatat bahwa musim panas tahun ini memiliki suhu terpanas sepanjang sejarah sejak 1880 dengan kenaikan suhu sekitar 1,8oC. Naiknya suhu di bumi tahun ini bisa disebabkan karena adanya El Nino yang menyebabkan pemanasan global. El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan naiknya suhu yang lebih tinggi dari suhu normal

El Nino Index / origin.cpc.ncep.noaa.gov

Tari table El Nino index terlihat sejak tahun 2020, tahun 2023 merupakan tahun terpanas ditandai dengan nilai yang banyak berwarna merah, sedangkan warna biru menunjukan dingin (lebih basah), dan hitam adalah normal. Kalau merunut lebih jauh suhu panas terjadi pada  tahun 2015, 1997-1998, 1991 -1992 dan seterusnya (coba cek sendiri di web).

Penyebab naiknya suhu bumi yaitu Meningkatnya suhu daratan, lautan dan atmosfer hal ini disebabkan karena meningkatnya gas rumah kaca (CO2, CH4, N2O dll) di atmosfer bumi, gas-gas tersebut dihasilkan oleh kegiatan harian manusia, seperti penggunaan bahan bakar fosil pada kegiatan sehari-hari, penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan penggunaan bahan bakar fosil untuk industri. Gas-gas CO2 sebenarnya dapat diserap secara alami oleh tumbuhan dan di olah menjadi O2 melalui proses fotosintesis. Namun kondisi hutan kita semakin gundul fungsi hutan kita yang dulu rimbun dipenuhi oleh pohon-pohon besar sudah berkurang, digantikan oleh hutan perkebunan atau lahan pertanian, yang mana jenis tumbuhan perkebunan seperti pohon sawit kemampuan menyerap CO2 sangat kecil sekali dibandingkan dengan tumbuhan hutan berkayu dan berdaun kecil. Kemampuan serap sawit terhadap CO2 adalah  251,9 ton/ha/th atau per pohon sawit 2,01 Ton/tahun (jurnal.unived.ac.id) sedangkan kemampuan serap CO2 pohon trembesi dewasa per pohon adalah  28.4 Ton/tahun (hasil riset Endes N. Dahlan,2008).

Aksi tanam pohon PT.HOPAX Indonesia / doc pribadi

Menanggapi fenomena alam tersebut PT.HOPAX Indonesia tetap konsisten untuk berperan aktif dalam perbaikan kondisi lingkungan dengan kembali melakukan aksi nyata penanaman 1500 pohon, sebagai upaya untuk menjaga hutan dan menetralisir emisi karbon yang telah di hasilkan oleh perusahaan dalam kurun waktu 2 tahun ini.

Tanam pohon kali ini tetap dilakukan di kawasan hutan gunung penanggungan, kali ini kita menggunakan konsep social forestry dimana konsep ini digagas oleh pemerintah melalui PERMENLH No 9 tahun 2021, PERMENLHK No 3 tahun 2023 dan peraturan kehutanan yang lain. Dimana PT.HOPAX Indonesia dalam melakukan aksinya menggandeng masyarakat pengelola hutan untuk memelihara, merawat dan mengelola bibit yang telah disediakan oleh perusahaan agar tanaman tersebut dapat menghasilkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar hutan.

Konsep social forestry adalah melakukan penanaman pohon untuk kegiatan konservasi hutan, namun masyarkat dapat menikmati hasil dari pohon tersebut yaitu berupa buah dan dilarang melakukan penebangan terhadap pohon tersebut hingga benar-benar mati atau tumbang secara alami.

Konsep ini dapat mendatangkan 2 keuntungan yaitu kegiatan konservasi dan memberikan keuntungan bagi masyarakat sehingga pohon akan selalu dirawat dan dijaga oleh petani disekitar hutan. Dalam kegiatan ini, kita sengaja memilih tanaman produktif adapun pohon yang di tanam adalah trembesi, beringin, nangka, Kaliandra, keluwek, kemiri, durian, petai, dan kopi,

Karyawan dan management PT.HOPAX Indonesia/ doc pribadi

Kita berharap pohon-pohon akan tumbuh besar dan rimbun, sehingga dapat memberikan konstribusi dalam menetralisir emisi karbon sebagai dampak dari kegiatan manusia khususnya aktivitas industri. Kami Management PT.HOPAX Indonesia berkomitment untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.

“Salam Lestari Untuk Anda dan Keluarga Anda di Rumah”



Senin, 16 Januari 2023

MENCEGAH BAHAYA POLIMERISASI PADA PENYIMPANAN BAHAN KIMIA

Polimerisasi bisa menyebabkan bencana (Catastrophic disaster)  terutama apabila terjadi pada bahan kimia dengan volume besar, misalkan terjadi pada Iso tank dan storage tank, karena dapat memicu terjadinya kebakaran besar dan BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion). Kita harus melakukan pencegahan polimerisasi bahan kimia, wajib mencari tahu apakah bahan kimia yang kita beli atau kita pakai adalah bahan kimia yang mudah terpolimerisasi, selanjutnya kita pelajari MSDSnya dan konsultasikan dengan supplier atau pabrik pembuatnya  atau bahkan adakan training khusus terkait dengan bahan kimia tersebut

Kalau masih gelap mengenai apa saja bahaya polimerisasi bisa di baca disini, Nah...selanjut mari kita bahasa pencegahan polimersasi secara umum.

Pencegahan polimerisasi pada Storage tank

  1. Suhu penyimpanan bahan kimia harus sesuai dengan yang direkomendasikan, bila perlu lakukan pendinginan dan pemberian Isolasi pada storage tank
  2. Bahan kimia dilarang stagnant atau diam selama 3 bulan, usahakan terjadi penambahan dan pengurangan volume dan siapkan pompa sirkulasi untuk persiapan apabila terjadi stagnant sehingga bahan kimia diadalam storage tank bisa kita sirkulasi atau di aduk
  3. Kadar O2 terlarut didalam tangki 5 % - 21 %, kita harus menjaga kadar O2 dalam tangki dalam range aman. Apabila kita akan menyimpan bahan kimia dengan gas Inert (N2) maka siapkan sensor O2 agar kadar O2 dapat kita monitor
  4. Siapkan instalasi inject udara, kedalam tangka pipa inject Udara usahakan sampai dasar tangki, sehingga selain sebagai inject udara ketika kadar O2 berkurang, gelembung-gelembung udara yang di timbulkan berfungsi juga sebagai pengadukan agar inhibitor tersebar merata dan bereaksi sempurna.
  5. Berilah identifikasi warna yang berbeda pada valve-valve loading- unloading, agar tidak terjadi kesalahan pengisian tangki.
Polimerisasi yang terjadi pada Styrene Monomer/ doc pribadi

Pencegahan polimerisasi pada Kemasan drum/ botol/ Jurigen

  1. Terapkan management FIFO (First In First Out), sesuai masa simpan bahan kimia yang direkomendasikan
  2. Sesuaikan suhu ruang penyimpanan dengan yang direkomendasikan oleh MSDS
  3. Jangan terkontaminasi dengan bahan kimia lain, hal ini bisa terjadi dalam proses repacking internal (mengemas bahan kimia dari storage tank ke drum untuk kepentingan sendiri), waspada abila kegiatan fill drum tersebut menggunakan drum bekas, pastikan drum sudah dicuci bersih dan kering.
  4. Jangan ambil resiko untuk menyimpan bahan kimia repacking internal terlalu lama stagnant di gudang (> 3 bulan), apabila ditemukan bahan kimia yang tersimpan lebih dari 3 bulan maka campurlah bahan kimia tersebut denga bahan kimia baru dengan perbandingan 1:1 lalu aduk dengan gelembung udara.
  5. Patuhi aturan penyimpanan terutama mengenai paparan sinar matahari, paparun UV, Paparan sinar X, dan suhu ruang penyimpanan
  6. Dilarang menyimpan bahan kimia yang sudah terkontaminasi bahan kimia lain (misalkan produk QA) di dalam area gudang atau produksi. Tempatkan di tempat yang mudah di awasi dan segera buang ke pengelola limbah.
Metode pencegahan polimerisasi pada bahan kimia yang di repacking internal / doc pribadi


Pencegahan polimerisasi pada perpipaan

Perlu di ketahui polimerisasi awalnya hanya terjadi pada satu titik tertentu lalu menjalar sedikit demi sedikit, semakin cepat dan semakin panas hingga seluruh bahan kimia terpolimerisasi semuanya. Apabila pada ujung pipa terjadi polimerisasi tidak menutup kemungkinan polimerisasi akan menjalar keseluruh instalasi pipa hingga storage tank. Dampak paling ringan adalah blocking di sepanjang pipa, dampak paling buruknya adalah bahan kimia yang di storage tank ikut terpolimerisasi. Sebaiknya kita cegah polimerisasi pada perpipaan denggan cara sebagai berikut :

  1. Isolasi perpipaan, hal ini bertujuan untuk menjaga bahan kimia dalam pipa tetap dingin dan pipa tidak terpapar panas matahari atau terpapar panas dari pipa steam atau air panas
  2. Flushing pipa apabila pipa tidak dipakai dalam 1 bulan (sesuaikan dengan MSDS atau rekom dari pabrik), boleh juga di berlakukan flushing apabila libur panjang misalkan cuti bersama hari raya yang bisa mencapai 7 hari.
  3. Selalu rutin check potensi-potensi sumbatan misalkan pada Ventilasi storage tank, Valve-valve biasanya macet, flow meter turbine biasanya macet, sedikitnya 6 bulan sekali.
  4. Saat melakukan transfer bahan kimia menggunakan pompa pastikan terjadi aliran pada pipa dan tidak tersumbat atau lupa membuka valve. 
Baiklah..... inti dari pencegahan polimerisasi pada proses penyimpanan bahan kimia yaitu "JANGAN PERNAH MENGABAIKAN BAHAN KIMAI"

"Salam Safety Untuk Anda dan Keluarga Anda Dirumah"


BAHAYA POLIMERISASI BAHAN KIMIA

Salah satu bahaya laten bahan kimia adalah reaksi polimerisasi. Tentunya reaksi ini merupakan reaksi liar yang terjadi dengan sendirinya bukan yang sengaja direaksikan loh ya. Kalo reaksi polimerisasi yang disengaja,.. ya tentunya menghasilkan sebuah produk dan akhirnya dapet cuan.


Reaksi Dekomposisi /wikipedia.org

Reaksi Polimerisasi/dynamicscience.com.au







Pengertian Polimerisasi adalah Reaksi kimia dimana molekul kecil (monomer) bergabung membentuk molekul besar (polimer). Reaksi polimerisasi biasanya melepas energy yang cukup besar, bisa berupa panas atau tekanan (reaksi eksotermis). Kebalikan dari reaksi Polimerisasi yaitu Dekomposisi (penguraian). Reaksi ini membutuhkan energy (Bisa panas, sinar UV, tekanan, dan energy lainnya) untuk mengurai molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil.

Reaksi polimerisasi bisa terjadi pada bahan-bahan kimia berikut : Acrylic acid, Styrene Monomer, Butyl Acrylate, Acrylonitrile, Methyl acrylate, Metacrylic Acid dan bahan kimia yang lain. Bahan kimia tersebut sebenarnya bahan kimia yang tidak setabil namun oleh pabrik sengaja ditambahkan inhibitor ke bahan kimia utama untuk menghambat atau menurunkan laju reaksi sehingga tidak terjadi reaksi polimerisasi saat proses penyimpanan.

Umumnya pabrik menggunakan  Hydroquinone monomethyl ether (MEHQ) sebagai inhibitor. INGAT Inhibitor membutuhkan Oksigen (O2) agar dapat bekerja,  namun Lambat laun O2 didalam kemasan bahan kimia akan habis karena O2 terlarut digunakan oleh inhibitor untuk bereaksi,  INGAT pula ada perbedaan masa jenis inhibitor dengan bahan kimia utama sehingga apabila bahan kimia disimpan di gudang atau tangki dalam jangka waktu yang lama dan stagnant, inhibitor tersebut akan cenderung berkumpul di permukaan atau dasar kemasan, Sehingga pada bagian tertentu bahan kimia utama tidak terdapat inhibitor bisa dibayangkan kan apa yang akan terjadi pada bagaian bahan kimia tanpa inhibitor..? Biasanya Polimerisasi terjadi pada  bahan kimia yang Kekurangan O2 dan Bahan kimia yang stagnant terlalu lama lebih dari 6 bulan dalam kondisi kemasan tertutup rapat. Polimerisasi dapat terjadi di dalam kemasan apapun mulai dari instalasi perpipaan, kemasan botol, jurigen, drum hingga bahan kimia yang tersimpan dalam storage tank. Berikut saya rangkum pemicu reaksi polimerisasi :

  1. Terkontaminasi bahan kimia lain termasuk terkontaminasi oleh air
  2. Terkontaminasi oleh asam kuat
  3. Terkontaminasi oleh Oxidator kuat
  4. Terpapar panas
  5. Terpapar cahaya dan panas matahari 
  6. Terpapar sinar X
  7. Terpapar sinar ultra violet
  8. Bahan kimia yang diam/ stagnant selama 6 bulan (Periode ini relative antara 3-6 bulan, dan bisa ditanyakan langsung ke supplier atau pabrik pembuat)
  9. Oksigen (O2) terlarut kurang dari 5%
  10. Inhibitor tidak merata atau kehilangan inhibitor

Polimerisasi liar yang tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, kebakaran atau pencemaran lingkungan, karena reaksi polimersasi dapat menghasilkan :

Energy panas, panas ini dapat menyebabkan permukaan kemasan panas atau bahkan kemasan dari plastik bisa rusak dan meleleh
  1. Melepas uap panas yang mudah terbakar atau beracun, uap bisa terbakar apabila bertemu dengan sumber panas/ api terbuka dan gas beracun berbahaya bagi mahluk
    hidup disekitarnya.
  2. Tekanan tinggi akibat terbentuknya uap panas,  uap panas ini dapat menyebabkan tekanan naik apabila tekanan terakumulasi dan wadah tidak kuat menahan tekanan maka wadah bisa pecah dan terjadilah kebocoran bahan kimia yang dapat menyebabkan pencemeran lingkungan
  3. Menghasilkan polimer dapat berupa Gel yang dapat mengeras tentunya polimer ini adalah limbah B3 dan apabila polimerisasi terjadi dalam pipa maka polimer dapat menyumbat pipa.

Acrylic Acid accident /aria.developpement-durable.gouv.fr

Untuk bahaya polimerisasi sudah di paparkan di atas, jadi polimerisasi yang tidak terkendali dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Maka reaksi polimerisasi liar sedapat mungkin harus kita cegah dan kita harus sudah siap apabila terjadi kondisi emergency Polimerisasi. Untuk pencegahan polimerisasi bisa di baca disini

"Salam Safety Untuk Anda dan Keluarga Anda Dirumah"


Kamis, 02 September 2021

TANAM POHON UNTUK MENETRALISIR EMISI INDUSTRI

Kali ini saya ingin menulis tentang kegiatan CSR lingkungan yang dilakukan tempat kerja saya...! Setelah 3 tahun kita ketuk hati sang juragan,  program ini akhirnya di setujui juga oleh management, dan  sampai saat ini kita satu-satunya cabang yang melakukan kegiatan tanam pohon,..ups bukannya mereka tidak mau tanam pohon loh ya... tapi karena mereka berada di Taiwan dan China secara iklim kurang subur untuk tanam pohon, tidak seperti negara kita tanam tongkat aja bisa tumbuh pohon., bersukurlah kalian hidup di negara yang subur ini...Okey basa-basinya udah, ayo kita simak ceritanya...

Aksi nyata peduli lingkungan/ docpribadi

Untuk mengurangi global warming pemerintah berharap semua sektor industry dapat melakukan proses produksi yang berwawasan lingkungan dan hemat energi. PT.HOPAX Indonesia tentunya telah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi emisi carbon yang di hasilkan oleh perusahaan, diantaranya yaitu :

  • Menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan
  • Meningkatkan kesadaran karyawan dengan budaya hemat energy di perusahaan
  • Menggunakan peralatan elektronik yang hemat energy
  • Menggunakan lampu penerangan yang hemat energy
  • Meningkatkan efisiensi mesin – mesin produksi dan utility

Beberapa tindakan tersebut diatas memang berhasil menurunkan konsumsi  energy diperusahan sehingga dapat menurunkan emisi carbon yang dihasilkan oleh perusahaan.  Berdasarkan data tahun 2019 PT.HOPAX Indonesia menghasilkan emisi carbon 2,155 Ton, melihat data tersebut perusahan berkomitmen untuk menurunkan emisi carbon  dengan melakukan penghematan  energy, sehingga terjadi penurunan emisi carbon pada tahun 2020 menjadi  1,785 Ton.

Proses tanam pohon / doc pribadi
Memang perusahaan telah berhasil melakukan program mengurangi emisi karbon, namun management belum merasa puas dengan hasil tersebut.  Tindakan pengurangan emisi carbon dirasa belum cukup untuk memenuhi komitment perusahaan untuk “Menjaga dan Menjamin kelestarian Lingkungan”. Akhirnya kita memutuskan untuk melakukan upaya menetralisir emisi carbon yang dihasilkan perusahan dengan melakukan kegiatan CSR lingkungan yaitu penanaman pohon di kawasan  hutan.

Berdasarkan perhitungan untuk menetralisir  carbon sebanyak  1,785 ton ( jumlah emisi carbon 2020) diperlukan pohon sebanyak 485 batang pohon (berbagai jenis pohon) cara menghitungnya disini yaa,  dengan pertimbangan kesempatan hidup pohon dan kemampuan pohon baru bisa maximal menyerap carbon setelah umurnya lebih dari 5 tahun, maka kita putuskan untuk menanam 50% lebih banyak dari kebutuhan yaitu 1000 Pohon. Dalam kegiatan ini perusahan bekerja sama dengan organisasi  yang bergerak dalam bidang lingkungan, yaitu PPLH (Seloliman), lembaga pengelola hutan (PERHUTANI), Dinas Lingkungan hidup dan juga melibatkan masyarakat sekitar hutan.

Untuk mendukung  program tersebut perusahan melakukan kontrak kerjasama dengan PPLH untuk melakukan penanaman pohon dan perawatan pohon hingga pohon dinyatakan hidup dan dilepas dari perawatan. Lokasi tanam sengaja di pilih di kawasan hutan lindung gunung penanggungan  yang lokasi cukup dekat dengan area pabrik. Kegiatan tanam pohon ini bertema  “ MELALUI AKSI TANAM 1000 POHON  KAMI  MENETRALISIR  EMISI CARBON INDUSTRI”.

seremoni / doc pribadi

Kegiatan seremoni tanam pohon akhirnya dapat terlaksana pada tanggal 24 Juni 2021, Seharusnya kegiatan seremony ini dapat di ikuti oleh seluruh karyawan PT.HOPAX Indonesia, namun melihat kondisi pandemi COVID 19 acara seremony di hadiri oleh 4 orang perwakilan perusahaan. Kegiatan terlaksana dengan baik dengan tetap menerapkan prokes kesehatan. Kegiatan tanam selanjutnya direncanakan pada bulan September  hingga Desember (Indonesia memasuki musim hujan) kami berharap pandemic Covid 19 sudah mereda sehingga seluruh karyawan dapat berpartisipasi dalam aksi tanam selanjutnya.

"Salam Lestari Untuk Anda dan Keluarga Anda di Rumah"

Senin, 02 Maret 2020

MENGHITUNG EMISI CARBON DAN GAS RUMAH KACA


Akhir-akhir ini kekhawatiran kita semakin bertambah terhadap kelangsungan hidup umat manusiai di planet bumi ini, seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia pada hari senin tanggal 17/02/2020 bahwa suhu di antartika mencapai 20,7oC ini kali pertama suhu antartika melampaui 20oC. Fenomena ini menandakan bahwa kutub-kutub bumi mulai kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan planet ini karena kenaikan suhu di atmosfir bumi sudah melebihi ambang kewajaran. Agar lebih jelas mengenai  fungsi es di kutub bumi coba baca disini

Emisi industri / cbinstrument.com
Kenaikan suhu bumi ini disebabkan karena menumpuknya gas-gas rumah kaca yang ada di atmosfir bumi. Gas tersebut banyak dihasilkan oleh proses pembakaran bahan bakar fosil, kegiatan explorasi, kegiatan rumah tangga atau memang secara alami terbentuk oleh alam. Berikut ini adalah gas-gas penyusun gas rumah kaca : uap air, CO2, CH4, N2O, HFCs, PFCs, SF6, NF3, SF5CF3, C4F9OC2H5, CHF2OCF2OC2F4OCHF2, CHF2OCF2OCHF2, dimana sifat dari gas tersebut bagaikan mantel yang menjebak panas matahari sehingga panas tersebut enggan lepas ke luar angkasa dan terperangkap di atmosfir bumi, jika volume gas terus bertambah maka sang mantel akan terus menebal akibatnya makin banyak panas yang terperangkap dan makin panaslah bumi ini….! NB: bagi generasi 70-80-90an pasti merasakan nih dahsyatnya perubahan suhu lingkungan.


Dunia industri merupakan penyumbang gas rumah kaca loh, oleh karena itu alangkah baiknya kalau setiap perusahaan mempunyai program penghijauan/reboisasi/ Tanam pohon atau apalah istilahnya..sebagai kompensasi CO2 yang telah dihasilkan oleh perusahan. Tentunya kita semua sudah tau kalau tumbuhan membutuhkan CO2 untuk mendukung proses fotosintesinya dan hasil dari fotosintesis itu adalah O2 dan energy. Nah sebelum kita mengajukan program tanam pohon ke management agar lebih meyakinkan kita perlu menyajikan data kira-kira berapakah CO2 yang dihasilkan perusahaan tiap bulan/tahunnya. Pastinya management anda akan kaget dengan jumlah CO2 yang dihasilkan perusahaanya, namun selanjutnya anda pasti dikasih project untuk ngurangi CO2 perusahaan karena bagi management “Reduce CO2 = Reduce Energy = Reduce Cost” …..!

OK,.. kita lanjut ke cara menghitung GRK (Gas Rumah Kaca) yang dihasilkan oleh industri, pedoman untuk menghitung GRK sebenarnya sudah ada dan diterbitkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2012 yang berjudul “PEDOMAN PENYELENGGARAAN INVENTARISASI GAS RUMAH KACA NASIONAL “ metode perhitungan yang di sajikan oleh penulis juga bersumber dari buku tersebut. Data yang diperlukan untuk menghitung GRK adalah konsumsi listrik, konsumsi BBM, Konsumsi BBG dan konsumsi bahan bakar lainnya (untuk bahasan kali ini hanya memerlukan data konsumsi listri pabrik, konsumsi solar industri, konsumsi solar untuk transportasi dan konsumsi bahan bakar gas).

Menurut buku pedoman tersebut ada beberapa metode untuk menghitung GRK yaitu terdiri dari :
  1. Tier 1: estimasi berdasarkan data aktifitas dan faktor emisi default IPCC.
  2. Tier 2: estimasi berdasarkan data aktifitas yang lebih akurat dan faktor emisi default IPCC atau faktor emisi spesifik suatu negara atau suatu pabrik (country specific/plant specific).
  3. Tier 3: estimasi berdasarkan metoda spesifik suatu negara dengan data aktifitas yang lebih akurat (pengukuran langsung) dan faktor emisi spesifik suatu negara atau suatu pabrik (country specific/plant specific).

Penjelasan sederhana begini : Metode TIER 1 adalah metode yang paling sederhana tingal ngikuti faktor emisi yang sudah ada di buku tersebut, Metode TIER 2 agak lebih rumit karena TIER 2 membutuhkan data-data faktor emisi dari hasil penelitian masing-masing Negara, Metode TIER 3 paling sulit selain membutuhkan data seperti TIER 2 diperlukan juga faktor teknologi. Kalo penulis sih pakai TIER 1 saja, selain mudah, di Indonesia mah sulit cari data-data tentang faktor emisi yang murni hasil penelitian ibu pertiwi.

Menghitung GRK dengan TIER 1 rumusnya adalah GRK = Data Aktivitas X Faktor emisi
Heeem…kalo di pikir-pikir menjelaskan tata cara perhitungan GRK akan panjang dan lebar, mending anda baca deh bukunya, silahkan googling aja…lalu dibaca dan dipahami…kalo males baca dan pengen cara praktis saya sediakan excelnya silahkan di download disini, anda hanya perlu memasukan konsumsi Listrik, BBM, BBG langsung keluar deh GRK yang di hasilkan oleh perusahaan anda, kalau anda ingin menghitung bahan bakar fosil lainnya silahkan anda edit sendiri yach dengan catatan tetap bersumber pada buku tadi.

Tahun 2018 ESDM juga menerbitkan buku "Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Invetarisasi Gas Rumah Kaca Bidang Energi-Sub Bidang Ketenaga Listrikan"  konsultan kadang kala menggabungkan 2 metode untuk menghitung GRK. Biasanya perhitungan GRK Emisi langsung dari pembakaran tidak bergerak, berpedoman pada buku ini, lalu perhitungan GRK emisi lainnya berpedoman pada buku yang diterbitkan KLHK. langsung saja ya daripada panjang lebar... file excelnya yang gabungan versi ESDM dan KLHK bisa di download disini. 

Pemilihan metode perhitungan GRK boleh mengacu pada sumber apapun baik nasional ataupun international. Biasanya konsultant akan memilih metode perhitungan paling sesuai dengan kondisi perusahaan dan ketersediaan data GRK. Owh iya hampir lupa di akhir laporan inventarisasi GRK seluruh emisi yang di hasilkan oleh industri di sajikan dalam satuan CO2e (CO2 equivalen).

Kegiatan tanam pohon / apahabar.com

Nah kalau jumlah GRKnya  sudah diketahui anda tinggal menghitung berapa pohon yang perlu anda tanam sebagai kompensasi dari GRK yang di hasilkan oleh perusahaan (data konsumsi CO2 untuk pohon tertentu,. juga saya sertakan di excel tersebut). Untuk mengurangi GRK gimana dong…? jawabannya ya hemat energy lah….Oh iya pedoman untuk menghemat energy juga sudah ada kok yaitu di Peraturan menteri energi dan sumberdaya mineral No 14 tahun 2012.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu para pembaca sekalian.


“Salam Lestari Untuk Anda dan Keluarga Anda di Rumah”

Jumat, 21 Februari 2020

MENGAPA KUTUB - KUTUB BUMI PERLAHAN MENCAIR

Kita sederhanakan dulu jalan ceritanya
biar gampang mempersepinya. Seperti ini ....
Bayangkan kita punya segelas air panas, agar bisa diminum, maka hendaknya air tadi kita dinginkan dahulu. Caranya dengan memasukan potongan es kedalamnya. Semakin panas air digelas, maka dibutuhkan jumlah potongan es yang lebih banyak, agar suhu air di gelas menjadi sama dengan suhu kamar, dan bisa diminum.
Bumi, juga berperilaku seperti itu. Suhu air di samudera harus tetap stabil, yaitu untuk menjaga sang kehidupan itu sendiri. Saat samudera memanas, maka akan diambil potongan potongan es raksasa dari kutub utara dan selatan. Sehingga suhu kembali “normal”. Siklus ini sudah terjadi sejak milyaran tahun yg lalu.
Untuk me re-fill cadangan es di kutub-kutub, maka bumi membuat siklusnya sendiri. Yaitu periode musim es global ( glacial ) dan periode kering ( intra glacial ) seperti yang sedang kita alami sekarang ini, yang umumnya berdurasi 10 ribu tahun. Kemudian di seling dengan periode glasial, untuk mengisi cadangan es pendingin samudera di kutub kutub.
Puncak jaman es terakhir terjadi 20 ribu tahun yang lalu, dan memusnahkan mahluk hominid Neanderthal ( homo sapiens ) . Sedang Jaman es yang meleleh terakhir terjadi 10 ribu tahun yang lalu. Artinya seharusnya sekarang ini kita harus memasuki jaman es baru. Namun faktanya, tanda tanda datangnya jaman es baru, sama sekali belum nampak.
Bumi semakin memanas, karena radiator suhu di kutub, jumlah es nya sudah jauh menurun. Terjadi limpahan air tawar ke samudera, membuat permukaan air laut naik, dan merubah arus arus laut, sehingga cuaca dan iklim menjadi ekstrim dan sulit diprediksi. Naiknya suhu air laut, akan menaikan tingkat penguapan dan volume awan, serta akan menjadi cikal bakal hujan badai hebat.
Kenaikan suhu bumi /3.bp.blogspot.com

Semua ini diakibatkan karena adanya efek rumah kaca, yaitu pembuangan gas co2 ke atmosfir. Yang membuat suhu atmosfir udara meningkat. Kutub fungsinya juga menurunkan suhu udara ini, dengan mendinginkan udara yang melaluinya. Gas buangan hasil industri, yang menumpuk di atmosfir, meng “cancel” periode glacial yang seharusnya sekarang ini seharusnya mulai terjadi.
Pembuangan 1000 gigaton CO2 ke udara, akan membuat jaman es tertunda selama 125 ribu tahun, sedang jika 5000 gigaton, penundaan selama 500 ribu tahun. Padahal normal alamiahnya hanya 10 ribu tahun saja.
Pada saat itu bumi akan sudah terlalu panas ( over heat ), karena radiatornya di rusak oleh ulah manusia, yang notabene anak-anaknya sendiri yang gemar membakar fosil ...
Bumi,
dalam hal ini , dalam totalitasnya harus dilihat sebagai “organisme” hidup, sesuai dengan hasil penelitian dari project gaia, yang menyangkut para ahli dibidangnya seperi James Lovelock, Lyn Margulis, dkk. Yang hasilnya ditulis oleh Carolyn Merchant dalam buku The Death of The Nature.
Film dokumenter dari Al Gore, The uncovinient truth, juga bagus utk referensi.
Untuk membantu me –refill cadangan es di kutub utara dan selatan. Kadang bumi mendapat bantuan dari sang matahari.
Caranya ? ....
Matahari tiba tiba saja berkurang intensitas sunspots nya. Bintik matahari yang bersiklus 11 tahunan itu, dengan tak diketahui penyebabnya, berkurang dalam jumlah dan intensitas. Sehingga bumi mendingin.
Sebagaimana kita ketahui, sunspots atau bintik matahari sesungguhnya adalah semburan jet yang menghasilkan solar-fleres, dan mengirimkan partikel2 bermuatan energi tinggi dengan kecepatan 1000 km / detik. Dalam tempo 2 hari gelombang sunspots ini akan mengenai sang bumi. Partikel-partikel bermuatan ini, akan ditarik ke kedua kutub bumi. Di utara menghasilkan aurora borealis, di kutub selatan mengibarkan aurora australis yang menakjubkan dipandang mata.
Namun fungsi sunspots pada bumi, sesungguhnya seperti air dan wiper pada kaca mobil. Gelombang tekanan ledakan solar flares, akan mengenai atmosfir bumi. Seraya membersihkan atmosfir dan tumpukan sampah debu-debu kosmik. Sehingga sinar matahari lebih lancar, bebas tanpa hambatan saat memasuki bumi. Bak kaca depan mobil yg bening sehabis di bersihkan wiper.
Berkurangnya sun-spots, akan mengakibatkan semprotan pembersih ini berkurang. Akibatnya atmosfir bumi menjadi “kental” oleh debu kosmik. Sinar matahari akan terhalang dan perlahan bumi menjadi dingin. Sehingga tercipta The Litle ice Age, dimana bumi seolah memasuki jaman es, dan tumpukan es di kutub2 bumi bertambah tebal.
Fase ini dinamakan the Maunder minimum, seperti yang terjadi pada tahun 1645 – 1715. Selama 70 th bumi memasuki jaman the litle ice age, dimana matahari mengurangi jumlah sunspots nya secara drastis. Seraya membiarkan atmosfir bumi dipenuhi oleh debu kosmik, dan mengurangi intensitas cahaya matahari yang memasukinya. Temperatur bumi menurun, musim es yang berkepanjangan, dan kutub-kutub semakin kaya dengan tumpukan gletser tebal.
Persoalannya ...
Saat ini ketika kondisi bumi sudah sedemikian parah dihajar oleh iklim pemanasan global, apakah sang matahari kembali akan membantu ?, ikut meringankan beban sang pertiwi yang terus menerus di kompori oleh anak-anaknya sendiri ?
Tanda-tanda ini memang sudah terlihat, sejak akhir abad 20 kemarin. Sunspots atau keberadaan bintik matahari berkurang dan intensitasnya menurun terus. Berdasarkan pola interpolasi, sejak th 2016 kemaren seharusnya kita akan melihat adanya gejala pendinginan bumi karena wiper alamiah kurang difungsikan. Sebuah tanda awal layaknya the Maunder minimun yang pernah terjadi ratusan tahun kebelakang. NASA badan auronotika USA, bahkan memprediksi titik minimum sunspots akan ada pada tahun 2020 sampai 2025 mendatang.
Namun ...
Fakta menunjukan, bahwa cadangan es di kutub kutub kita terus berkurang dengan drastis setiap tahunnya. Puncak puncak gunung bersalju yang secara alamiah senantiasa ditutup oleh cap es, kini ukuran penutup es ini berkurang. Puncak-puncak gunung tinggi, terlihat semakin telanjang dengan bebatuan yang tak lagi ditutupi oleh sutra putih salju salju abadi.
Saat alam semesta sudah mengirimkan peringatan. Saat sang bumi dan matahari sudah mencoba bekerja sama, namun jaman es yang bersiklus 10 ribu tahunan tak nampak didepan mata.
Semua karena ulah manusia juga, yang haus dan serakah dengan kesenangan hidup, seraya mengkonsumsi energi berlebih, dengan membakar bahan fosil. Serta membuang sisanya ke udara dalam bentuk gas CO2. Sang produsen gas buangan terbesar di muka bumi ini sang paman Sam, bahkan terang-terangan menolak protokol Kyoto. Yang hendak membatasi gaya maen buang sampah gas berbahaya ini secara sembarangan.
Lalu alangkah ngerinya
Saat manusia semakin cerdas pandai
Hebat dengan segala kemampuan akal logikanya
Namun minim dengan akal budi dan nuraninya
Karena ujungnya adalah tindakan fatalistik
Yang membahayakan eksistensi seluruh
Ummat manusia itu sendiri ...


"Salam lestari untuk anda dan keluarga anda dirumah"

Selasa, 11 Februari 2020

PROSEDUR PENGAJUAN ZERO ACCIDENT AWARDS (ZAA)

Zero Accident Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan swasta atau BUMN atas keberhasilan mereka dalam menjalankan program-program K3 diperusahaan, Biasanya pemberian penghargaan ini merupakan satu rangkaian acara peringatan bulan K3 Nasional yang diperingati pada 12 Januari – 12 Februari  setiap tahunnya.

Management pastinya akan bertanya apa manfaat ZAA ini bagi perusahaan, manfaat zero accident bagi perusahaan diantaranya adalah :
  1. Piagam ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah bagi perusahaan yang sudah terbukti berhasil dalam menerapkan K3 di tempat kerjanya, tentunya piagam ini bisa di jadikan lampiran dalam proses pengurusan ijin di pemerintahan dengan harapan ijin-ijin bisa terbit dengan mulus
  2. Meningkatkan kepercayaan costumer kepada perusahaan sehingga order akan tetap mengalir
  3. Meningkatkan rasa bangga karyawan, karena usaha mereka mengendalikan resiko K3 di tempat kerja di hargai oleh perusahaan dan pemerintah
  4. Tentunya prestige perusahan otomatis akan meningkat

Ok, Kali ini penulis tidak akan membahas segala hal mengenai zero accident award yang tertuang di dalam peraturan perundangan atau juknis yang telah dibuat oleh pemerintah. Kita bahas yang gak ada di juknis aja ya…! Kalo mengenai syarat dan ketentuan zero accident award bisa di googling aja. Berdasarkan pengalaman penulis Zero Accident Award itu terbagi menjadi 2 tingkatan yaitu :
  1. Zero Accident Tingkat Provinsi : Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah provinsi kepada perusahaan-perusahaan yang berada di dalam wilayah pemerintahannya
  2. Zero Accident Tingkat Nasional : Penghargaan ini diberikan oleh kementrian ketenaga kerjaan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Indonesia.

Tidak semua perusahaan yang telah mendapat Zero Accident Award di Tingkat Provinsi akan memperoleh penghargaan Zero Accident tingkat Nasional. Karena pemerintah provinsi akan melakukan screaning terhadap perusahaan yang akan mewakili pemerintah provinsi ke tingkat Nasional.  Lalu apa syarat mutlak sebuah perusahaan untuk mendapat kesempatan ikut seleksi ZAA tingkat nasional jawabannya adalah Perusahaan sudah menerapkan SMK3 yang mengacu pada PP 50 tahun 2012.

Contoh piagam penghargaan zero accident award tingkat provinsi

Nah bagi perusahaan yang belum menerapkan SMK3 PP 50 tahun 2012 hanya berkesempatan mendapat ZAA tingkat provinsi, tapi jangan berkecil hati ZAA tingkat provinsi sudah sangat bagus loh, penghargaan tersebut merupakan apresiasi gubenur terhadap perusahaan yang concern terhadap K3.

Untuk prosedur pengajuan ZAA tingkat provinsi adalah sebagai berikut:
  1. Pastikan perusahaan anda sudah nihil kecelakaan kerja selama 3 tahun atau sudah mengkoleksi 6.000.000 Jam kerja atau sudah mengkoleksi 1.000.000 Jam kerja, atau 300.000 Jam kerja atau bagi kontraktor 1 tahun tanpa kecelakaan kerja “Bagi yang blom paham syarat-syarat di atas tolong googling sendiri ya"
  2. Perusahaan benar-benar telah melakukan management K3, jadi zero accident bukan hanya diraih karena kebetulan semata tapi melalui usaha yang benar-benar diterapkan diperusahaan
  3. Pengajuan ZAA biasanya dilakukan pada bulan Oktober – November, jadi sebelum bulan oktober anda mulai mencari informasi ke Disnaker provinsi atau ke Sub Korwil Disnaker  bidang pengawasan yang ada di masing-masing kabupaten (Ingat bukan Disnaker Kabupaten loh yaa…tapi Sub Korwil Disnaker bidang pengawasan, itu loh orang-orang disnaker provinsi yang di tempatkan di masing-masing kabupaten, khusus di bidang pengawasan tenaga kerja)
  4. Ikuti petunjuk dari petugas disnaker, biasanya dokument-dokument yang perlu dipersiapkan adalah :
      • Berita acara pemeriksaan (ntar format dikasih dari Disnaker)
      • Surat permohonan pengajuan zero Accident
      • Company profile
      • Kebijakan K3 Perusahaan
      • Surat pengesahan P2K3
      • Foto copy Sertifikat Ahli K3
      • Foto copy sertifikat petugas K3
      • Foto copy sertifikat system manajement K3 (boleh ISO 45001, SMK3, atau lainnya)
      • Dokumentasi Kegiatan P2K3 berupa foto-foto kegiatan K3 misal training, inspeksi , medical check up dan kegiatan K3 lainnya
      • Rencana Kegiatan K3 (Schedule program-program K3)
      • Surat Keterangan dari BPJS Ketenaga Kerjaan (ini minta ke BPJS melalui surat resmi), yang menerangkan bahwa di perusahaan anda tidak pernah terjadi kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) berdasarkan data hasil claim perusahaan ke BPJS
      • Surat Keterangan dari Serikat pekerja, apabila tidak ada serikat bisa menggunakan surat keterangan dari perwakilan karyawan, Surat ini berisi pernyataan pengurus serikat pekerja/ karyawan bahwa di perusahaan tersebut tidak pernah terjadi lose time accident
      • Rekapitulasi kecelakaan kerja selama 3 tahun
      • Rekapitulasi jam kerja selama 3 tahun (periode perhitungannya adalah mulai November tahun pertama sampai Oktber tahun ke tiga)
      • Laporan bulanan hari kerja dan jam kerja karyawan selama 3 tahun
      • Apabila dokument-dokument tersebut di atas sudah lengkap lakukan asistensi ke Petugas pengawas, kalo sudah OK lalu di fotocopy rangkap 3 (sesuaikan dengan arahan pengawas disnaker) lalu di jilid dan dikumpulkan, 
Selanjutnya pengawas Disnaker akan melakukan sampling verifikasi dengan melakukan kunjungan perusahaan yang mengajukan ZAA. Jika perusahaan dinyatakan layak mendapat ZAA maka Dinas akan mengajukan perusahaan anda ke pemerintah provinsi untuk mendapatkan piagam penghargaan.Tinggal nunggu undangan upacara peringatan hari K3 deh untuk mengambil piagam ZAA, gampang kan…?? Hehehe, pengajuannya memang terlihat gampang tapi proses untuk mencapai nihil kecelakaan yang sulit apalagi untuk perusahaan padat modal yang karyawannya sedikit, kita harus berjuang selama 3 tahun tanpa lose time accident

Saya rasa itu saja sharing pengalaman penulis mengenai prosedur pengajuan ZAA tahun 2019 kemarin

“Salam Safety Untuk Anda dan Keluarga Anda Dirumah”

Jumat, 08 Maret 2019

PERSIAPAN MENGHADAPI KONDISI EMERGENCY


Kali ini penulis menyajikan salah satu  artikel dari Chemical Safety Board (CSB), tentang persiapan perusahaan menghadapi kondisi emergency, berikut terjemahan artikelnya (terjemahan versi saya ya…he..he..he)

Dari kegiatan investigasi kecelakaan yang di lakukan oleh CSB terhadap kecelakaan di industri kimia menemukan : untuk mencegah terjadinya ke fatalan dalam kecelakaan di industry bahan kimia, hal kritis yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan training emergency response yaitu “komunikasi yang baik antara perusahaan, team emergency response dan masyarakat”. Team emergency response, perusahaan dan penduduk setempat mempunyai peran penting dalam memastikan bahwa resiko dan bahaya yang ada di masyarakat dapat dipahami dengan baik dan ada diskusi berkelanjutan tentang tatacara mengurangi dan merespon bahaya tersebut. Berikut beberapa tanggung jawab utama dari team emergency response, perusahaan dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di industry bahan kimia:  


Tanggung jawab dari team emergency :

  1. Mempunyai keterampilan pengendalian HAZMAT (Hazard Material) : skill personel dan peralatan 
  2. Melakukan emergency drill secara teratur untuk merespon kecelakaan yang mungkin terjadi 
  3. Melakukan komunikasi dengan perusahan bahan kimia lainnya bisa dengan studi banding dan menjalin kerja sama 
  4. Mengetahui kontak bantuan emergency dari external misal : PMK, Kepolisian, Fasilitas kesehatan dan  lainnya

Tanggung jawab masyarakat sekitar:

  1. Memahami potensi bahaya perusahaan kimia (bahan kimia yang digunakan) yang ada di sekitar tempat tinggal 
  2. Membentuk team emergency masyarakat 
  3. Membantu dan berperan aktif dalam team emergency masyarakat, dan menjaga team tetap up to date baik dari perencanaan emergency dan personelnya 
  4. Membuat rencana evakuasi yang detai, menyediakan tempat perlindungan dan membuat peraturan tentang kapan dan bagaimana merespons kecelakaan bahan kimia dalam beberapa kasus yang berbeda 
  5. Membangun system komunikasi untuk memberitahukan masyarakat tentang keadaan darurat, misalkan alarm atau sirine

Tanggung jawab perusahaan (Management) :

  1. Merawat dan menjaga emergency response yang telah ada baik system, peralatan dan personel 
  2. Berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, pabrik sekitar dan pemerintah tentang response dan bahaya kimia 
  3. Melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja mengenai tanggap darurat bahan kimia dan evakuasi 
 
Masyarakat mendapat pelatihan dari perusahaan/ kaltim.prokal.co
Dari 16 investigasi kecelakaan bahan kimia yang dilakukan oleh CSB, meperoleh beberapa pelajaran penting yang dapat membantu dalam perencanaan dan menghadapi kondisi darurat bahan kimia, yang apabila di aplikasikan dapat membantu mengurangi jumlah korban jiwa dan cidera diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Semua orang dalam masyarakat harus peduli dan selalu waspada terhadap bahaya bahan kimia yang ada di sekitar tempat tinggal 
  2. Team emergency masyarakat menerima pelatihan tentang bahan kimia berbahaya untuk membantu mereka siap dalam menghadapi kondisi emergency bahan kimia dan mengerti tentang bahaya yang mereka hadapi 
  3. Team emergency masyarakat dan fasilitas miliknya di ikut sertakan dalam latihan emergency, untuk membantu mempersiapkan kondisi darurat termasuk juga kedaruratan bahan kimia, menggunakan kecelakaan yang pernah terjadi sebelumnya sebagai materi pelatihan akan sangat membantu meningkatkan kemampuan team 
  4. Komunikasi aktif dan sharing informasi antar perusahaan bahan kimia, team emergency, dan masyarakat sebelum, selama dan sesudah kejadian emergency 
  5. Perencanaan berkelanjutan untuk kondisi emergency, masyarakat  harus memiliki system komunikasi untuk memberitahukan kondisi emergency ke anggota masyarakat, rencana keadaa darurat harus jelas tentang besarnya bahaya dan flexible untuk berbagai macam kondisi emergency

Ok…saya rasa cukup sharing kita kali ini, semoga tulisan di atas dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua.



Sumber artikel : www.csb.gov



“Salam Safety Untuk Anda dan Keluarga Anda Dirumah”